Share

'Gotham City' Babarsari Kembali Memanas, Enam Motor dan Balai Pertemuan Terbakar

Erfan Erlin, iNews · Senin 04 Juli 2022 15:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 510 2623321 gotham-city-babarsari-kembali-memanas-enam-motor-dan-balai-pertemuan-terbakar-HWdv88xqt3.jpg Sebuah bangunan yang dibakar akibat perseteruan geng di Jogja/ Foto: Erfan Erlin

YOGYAKARTA - Keributan di Kawasan Babarsari, Kelurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok ternyata masih berlanjut. Hari Senin (4/7/2022) ini, kerusuhan sempat pecah di kawasan tersebut.

Akibatnya, enam unit motor rusak dan sebuah bangunan terbakar. Kerusuhan ini juga trending di Twitter dan warganet banyak yang menyebut Babarsari sebagai "Gotham City".

 BACA JUGA:Pria Ini Tewas Usai Lakukan Pesetubuhan Bersama Teman Kencannya, Padahal Masih Muda

Komandan Regu 4 Tim UPT Pemadam Kebakaran Sleman, Bayu Ibrahim mengatakan, Senin pagi pihaknya diminta untuk stand by di beberapa titik di kawasan Babarsari. Mereka pun kemudian stand by untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

"Ternyata benar, ada kerusuhan. Dan beberapa unit motor serta bangunan terbakar," terangnya.

Karena sudah diminta untuk siaga, maka dengan sigap pihaknya langsung mendatangi lokasi kebakaran tersebut. Mereka kemudian langsung berusaha menguasai api yang sempat membakar 6 sepeda motor dan sebuah bangunan.

Kebakaran akibat kerusuhan yang merupakan dampak perseteruan antar kelompok itu berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar 30 menit. Penanganan dilakukan oleh empat unit armada pemadam kebakaran, satu dari UGM, dua armada dari Damkar Sleman dan satu unit dari Damkar Kota Jogja.

"Api cepat kami kuasai, sehingga tidak menjalar ke tempat lain," terangnya.

Bayu mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pukul 11.00 WIB. Pihaknya berupaya melakukan pemadaman sebuah bangunan yang diketahui sebagai aula pertemuan dan area ruko di sebelahnya. Untuk kerusakan lainnya ada outlet yang juga dirusak, ada sekitar enam unit sepeda motor dibakar.

 BACA JUGA:Presiden Jokowi Beli Sapi Kurban Seharga Rp125 Juta dari Bantul DIY

"Sepeda motor tersebut (dibakar) di ruang pertemuan dan di tengah jalan," tambahnya.

Dari pantauan di lokasi, sekitar pukul 12.37 WIB massa aksi sudah berada di salah satu sisi area permukiman warga, tepat di seberang kampus STIE YKPN. Di Jln. Seturan Raya, terlihat ratusan personel kepolisian berjaga di lokasi beserta kendaraan dan persenjataan lengkap.

Toko-toko mayoritas menutup pagar dan menahan konsumen mereka agar tetap berada di dalam bangunan. Hanya terlihat aktivitas warga merekam situasi terakhir dan beberapa di antaranya mengemudikan kendaraan menuju arah Selatan, atau menjauhi kawasan.

Sekitar pukul 12:56 WIB nampak massa berhasil dievakuasi menggunakan satu unit truk, beberapa mobil pribadi dan sepeda motor. Mereka nampak meluncur menuju arah Utara dengan pengawalan ketat personel kepolisian.

Di antara mereka yang naik sepeda motor di kursi belakang, nampak membawa senjata tajam seperti golok, clurit. Beberapa lainnya membawa tongkat baseball, hingga tongkat atau batang berbahan logam.

 BACA JUGA:Polisi Tetapkan Tiga Ustadz dan Satu Satri Senior Pelaku Pemerkosaan dan Pencabulan di Depok

Kapolres Sleman AKBP Achmad Imam Rifai mengatakan, kedatangan tim personel kepolisian hari itu bertujuan sebagai pengamanan, karena ada sekelompok massa yang ingin datang ke Mapolda DIY menyampaikan pendapat.

"Mereka meminta kejelasan atas kelanjutan penanganan perkara, yang muncul akibat terjadinya peristiwa keributan antar dua kelompok di sebuah tempat karaoke," terang dia.

 BACA JUGA:Gerkindo Bagikan Sembako untuk Warga Desa Cibatu Cikarang Bekasi

Pihaknya sudah berkomunikasi kepada kelompok massa tersebut dan mereka bersedia diajak berkomunikasi. Lalu sebagian besar akan kembali ke tempat mereka dan ada perwakilan yang akan kami pertemukan dengan penyidik, untuk penjelasan penanganan perkaranya.

"Kami dari pihak kepolisian, mengimbau masing-masing pihak untuk menerima proses yang berlaku, mematuhinya. Kalau memang nanti ada pihak-pihak yang ditetapkan bertanggungjawab atas kejadian itu, maka kami minta untuk menghormati dan bertanggungjawab," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini