Share

Tak Kunjung Dapat kerja, Dua Pemuda Ini Nekat Bobol Rumah Tetangga

Dede Febriansyah, MNC Portal · Senin 04 Juli 2022 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 610 2623248 tak-kunjung-dapat-kerja-dua-pemuda-ini-nekat-bobol-rumah-tetangga-vUjxTG2Imk.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

PALEMBANG - Zulkifli (24) dan Muhamad Effendi (25), yang diketahui bersahabat ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Palembang. Keduanya yang merupakan warga Jalan Aiptu A Wahab, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang ditangkap usai membobol rumah warga.

Kedua sahabat ini ditangkap atas aksi pencurian yang dilakukannya di rumah milik Marisha (22), di Jalan Aiptu A Wahab, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang.

"Kedua pelaku terpaksa diberi tindakan tegas dan terukur saat akan ditangkap di kawasan Lorong Sawah, Kelurahan 15 Ulu Palembang, melawan petugas dan hendak melarikan diri," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi, Senin (4/7/2022).

Dalam melancarkan aksinya, lanjut Kompol Tri, keduanya beraksi pada malam hari menjelang subuh di saat korban sedang tertidur lelap.

"Dari keterangan keduanya, didapatkan kalau mereka ini melakukan aksi pembobolan dengan cara merusak pintu belakang rumah korban," jelasnya.

Setelah berhasil masuk ke dalam rumah, pelaku pun menyelinap ke kamar korban. Saat itu korban sedang tidur. Pelaku kemudian mencuri tas korban yang berisi uang Rp5 juta beserta surat STNK mobil dan motor.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

"Kedua pelaku ini juga merupakan target operasi atas kasus bobol rumah, dan mencuri tas milik korban yang berisikan uang Rp5 juta," terang Tri.

Selain mengamankan pelaku, lanjut Kompol Tri, anggotanya juga mengamankan barang bukti berupa tas korban dan baju, seprei yang dibeli pelaku hasil dari aksi pencurian tersebut.

"Atas ulahnya pelaku kita jerat pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara," ungkapnya.

Sementara itu, saat diinterogasi kedua pelaku mengakui perbuatannya lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. "Kami mengaku salah. Kami nekat karena sedang tidak ada pekerjaan. Uangnya cuma untuk makan dan kebutuhan sehari-hari saja," kata Zulkifli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini