Share

Ngaku-ngaku TNI dan Sekuriti, Maling Motor di Musi Banyuasin Diciduk Polisi

Firdaus, iNews · Senin 04 Juli 2022 19:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 04 610 2623514 ngaku-ngaku-tni-dan-sekuriti-maling-motor-di-musi-banyuasin-diciduk-polisi-SvFwpbqlWj.JPG Polisi memamerkan barang bukti berupa baju TNI dan sekuriti yang dipakai pelaku untuk beraksi/ Foto: Firdaus

PALEMBANG - Erwin Kusuma (53) warga Musi Banyuasin ditangkap Satreskrim Mapolsek Kemuning Palembang, pelaku residivis kasus pencurian ini melakukan tindak kejahatan berupa pencurian dengan kekerasan pencurian dengan pemberatan, serta penipuan dan penggelapan.

Tak tanggung-tanggung, hasil pemeriksaan sementara ada 12 laporan kepolisian dengan delapan unit sepeda motor berhasil diamankan.

 BACA JUGA:Yerry Tawalujan: 16 Bacaleg Partai Perindo Berasal dari Latar Belakang Berbeda

Salah satu korban yang memiliki toko bangunan, Rini, menjelaskan pelaku datang membeli bahan bangunan dengan total Rp8 juta. Pelaku meminjam motor dengan alasan biar cepat untuk mengambil uang di bank dan menitipkan mobilnya, ternyata mobil tersebut bukan miliknya.

"Pelaku datang dan belanja bahan bangunan. Lalu meminjam motor untuk ke ATM, ternyata motornya dibawa kabur," katanya, Senin (4/7/2022).

Modus lainnya pelaku berpura-pura minta antar ke rumah sembari memesan cilok dan korbannya penjual cilok.

Penjual cilok, Rio, mengaku pelaku datang dengan menumpang ojek dan beli cilok seharga Rp600 ribu. Lalu pelaku meminta antar ke rumahnya, pelaku mulai meminjam motor sebentar dengan alasan menjemput istrinya untuk mengambil kunci rumah, namun diketahui ternyata rumah tersebut bukan rumahnya.

 BACA JUGA:Breaking News! PPATK Sebut Dana Umat ACT Diselewengkan untuk Pribadi dan Aktivitas Terlarang

"Dia mesan cilok Rp600 ribu. Terus minta antar ke rumahnya dan minjam motor untuk ambil kunci rumah di tempat istrinya, setelah diantar ternyata bukan rumah dia," ucap Rio.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Di hadapan polisi, Erwin mengaku rata-rata motor korban dijual kisaran Rp2 juta hingga Rp2,5 juta digunakan untuk kebutuhan biaya sehari-hari.

 BACA JUGA:3 Kambing Warga Bogor Dicuri, 1 Dipotong Pelaku di Kandang

Hasil pemeriksaan, modus yang dilakukan pelaku juga mengaku sebagai oknum TNI serta sekuriti. Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib menjelaskan, dari laporan kepolisian sementara ada 12 laporan kejahatan yang dilakukan pelaku dan sebagian barang bukti sudah diamankan termasuk perlengkapan aksesoris dan pakaian TNI serta sekuriti.

"Pelaku juga merupakan residivis pencurian di wilayah Provinsi Jambi," ujar Mokhamad Ngajib.

Polisi terus melakukan pengembangan atas kasus ini karena tidak menutup kemungkinan masih ada korban dan TKP lainnya yang dilakukan oleh pelaku. Pelaku terancam pasal berlapis yaitu 365 ayat 1 ayat 2 ke 3e KUHP jo pasal 363 ayat 1 ke 5e, pasal 372 KUHP dan atau pasal 378 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini