Share

Ricuh di "Gotham City" Babarsari, Sekber Keistimewaan DIY Minta Kedepankan Persaudaraan

Erfan Erlin, iNews · Selasa 05 Juli 2022 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 05 510 2623794 ricuh-di-gotham-city-babarsari-sekber-keistimewaan-diy-minta-kedepankan-persaudaraan-tXyWbV0FpJ.jpg Buntut kericuhan di "Gotham City" Babarsari, Sekber Keistimewaan minta kedepankan persaudaraan. (MNC Portal/Erfan Erlin)

SLEMAN - Kekerasan yang berujung kerusuhan di area Babarsari, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman mengundang reaksi berbagai pihak. Mereka meminta kekerasan segera dihentikan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada umumnya.

Salah satunya adalah Sekber Keistimewaan DIY. Mereka menyayangkan terjadinya kekerasan tersebut. Terlebih selama peristiwa di kawasan Babarsari seringkali terjadi dan terus berulang.

Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra mengatakan, pihaknya menginginkan kerusuhan tersebut segera dihentikan.

"Kami mendesak pihak-pihak bertikai untuk menghentikan segala bentuk kekerasan dengan alasan apapun," tuturnya, Senin (4/7/2022).

Menurut Widi, kekerasan bukanlah solusi. Kekerasan hanya akan memicu kekerasan baru yang beranak-pinak. Kekerasan apalagi terjadi di ruang publik sangat merugikan kepentingan umum.

Karena itu, mereka menuntut aparat segera mengendalikan situasi keamanan dan ketertiban umum serta menegakkan hukum tanpa pandang bulu. Supremasi hukum adalah kunci terjaminnya rasa aman dan nyaman masyarakat.

Pihaknya meminta aparat untuk tidak semata-mata bertindak ketika telah pecah konflik. Namun, kiranya juga harus dapat melakukan fungsi pencegahan dan antisipasi/deteksi dini konflik. Potensi konflik yang mucul salah satunya dapat dicermati dari merebaknya peredaran minuman keras (miras) beralkohol.

"Sebagian besar konflik yang diwarnai aksi kekerasan dipicu akibat konsumsi miras. Perlu ketegasan aparat untuk menegakkan segala aturan terkait atasnya," katanya. 

Oleh karenanya, pihaknya menyerukan kepada semua pihak khususnya segenap warga pendatang agar saling hormat menghormati satu sama lain. Jaga persatuan dan persaudaraan serta toleransi sesama warga bangsa. Ingat selalu pepatah 'Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,'.

"Upaya menjaga kohesi sosial ini merupakan tanggung jawab semua pihak," tuturnya.

Widi menyebutkan, Yogyakarta adalah kota pendidikan dan pariwisata. Banyak pelajar mahasiswa dari seluruh daerah Indonesia yang tinggal dan wisatawan yang berkunjung disini. Keberadaannya menggerakkan perekonomian. Gangguan kamtibmas yang kerap terjadi merupakan ancaman serius bagi perekonomian Yogyakarta dan mencederai spirit Yogyakarta sebagai city of tolerance.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini