Share

Ini Kronologi Lengkap Kericuhan di 'Gotham City' Babarsari

Mohammad Fernanda, MNC Portal · Selasa 05 Juli 2022 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 05 510 2624064 ini-kronologi-lengkap-kericuhan-di-gotham-city-babarsari-UvgiyHqavM.jpg Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto (Foto: M Fernanda)

YOGYAKARTA - Kerusuhan kembali pecah di kawasan Seturan dan Babarsari, Caturtunggal, Depok, Kabupaten Sleman, Senin 4 Juli 2022 siang. Sejumlah ruko dan motor turut rusak akibat aksi kerusuhan tersebut.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan, perusakan sejumlah ruko dan motor di Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman berkaitan dengan peristiwa kerusuhan sebelumnya di tempat karaoke yang berlokasi di tempat yang sama.

"Kejadian ini bermula hari Sabtu dini hari tanggal 2 Juli. TKP di salah satu tempat hiburan di Babarsari. Itu dari kelompok dari oknum dari warga NTT itu ada di situ kemudian setelah selesai ditanya oleh kasirnya. Apakah sudah bayar atau belum yang kemudian intinya di situ ribut," kata Yuli ditemui wartawan di Mapolda DIY, Senin (4/7/2022).

Baca Juga:  Ricuh di "Gotham City" Babarsari, Mediasi Selesai dan Rekonsilisasi Selama 7 Hari

Setelah itu, disampaikan Yuli, dari pihak manajemen tempat hiburan menghubungi yang bertanggung jawab keamanan di tempat tersebut. Diketahui, yang bertanggung jawab adalah berinisial K, sedangkan dari kelompok NTT sendiri diketahui berinisial L.

"Kemudian, kelompok K yang bertanggung jawab atau security di situ menyampaikan supaya tidak ada keributan. Tapi kemudian di situ terjadi keributan dan ada perusakan di tempat hiburan tersebut," ujarnya.

Atas peristiwa tersebut, sejumlah monitor komputer pecah dirusak. Selain itu, ada kaca-kaca di lokasi yang pecah.

Baca Juga: Ricuh di "Gotham City" Babarsari, Sekber Keistimewaan DIY Minta Kedepankan Persaudaraan

Selain itu, dari kelompok L juga terdapat orang yang terluka pada dini hari itu. Tercatat sekitar tiga orang yang terluka dan saat ini masih dilakukan perawatan di rumah sakit.

"Kemudian, peristiwa berlanjut setelah di situ bubar karena dini hari itu ada petugas polisi yang ada di situ membubarkan keributan di tempat hiburan itu. Ternyata di jam kurang lebih jam 5 pagi itu kelompok L melakukan penyerangan di TKP Jambusari (Condongcatur, Depok, Sleman)," katanya.

Dari penyerangan itu, kata Yuli, ada tiga orang yang juga terluka diketahui dari kelompok K. "Salah satu korban yang di Jambusari ada hubungan darah dengan warga Papua," ucapnya.

"Kemudian hari ini teman-teman dari Papua bertanya tentang penanganan peristiwa itu ke Polda DIY tadi pagi," sambungnya.

Ia menuturkan, kelompok massa tersebut sudah diterima oleh Dirkrimum Polda DIY. Mereka dijelaskan perkembangan kasus tersebut.

Namun rupanya, lanjut Yuli, penjelasan dari kepolisian belum dianggap memuaskan oleh kelompok massa tersebut. Hingga kemudian mereka menuju ke Babarsari dan berujung perusakan itu.

"Mereka melakukan pengerusakan di Babarsari tadi siang yang rusak adalah teras dari salah satu ruko di situ. Kemudian, ada 7 motor yang terbakar di situ," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, disampaikan Yuli, hingga sekarang pemilik tempat hiburan atau dari manajemen belum bersedia membuat laporan polisi. Namun, sebagai langkah awal Polres Sleman sudah membuat LP model A.

Sedangkan untuk di TKP Jambusari dari kelompok inisial K sudah membuat LP. Bahkan, sebanyak 8 orang juga sudah diperiksa terkait peristiwa tersebut.

Sekadar diketahui, kerusuhan yang kerap terjadi di daerah tersebut itu membuat daerah itu disebut mirip Ghotam City. Adapun Gotham City merupakan kota fiksi tempat tinggal tokoh fiksi Batman, di mana kota tersebut memiliki tingkat kejahatan yang tinggi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini