Share

Waduk Wotan Jebol, 5 Desa di Gresik Terendam Banjir

Carlos Roy Fajarta, · Jum'at 08 Juli 2022 12:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 08 519 2625928 waduk-wotan-jebol-5-desa-di-gresik-terendam-banjir-QZJrr58Q3I.jpg Sejumlah desa di wilayah Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur terendam banjir akibat tangguk Waduk Wotan jebol, Rabu (6/7/2022)/MPI

GRESIK - Sebanyak lima desa di wilayah Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur terendam banjir akibat tanggul Waduk Wotan jebol pada 6 Juli 2022 yang lalu.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan lima desa yang terdampak antara lain Desa Sukorejo dan Gedangan di Kecamatan Sidayu, kemudian Desa Petung, Wotan dan Dalegan di Kecamatan Panceng.

Total sebanyak 447 Kepala Keluarga (KK), 447 unit rumah, 4 unit fasilitas umum, 116 hektar sawah dan 6,2 hektar tambak terdampak banjir dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi mulai 10 hingga 70 sentimeter.

"Banjir dipicu hujan dengan intensitas curah hujan tinggi di wilayah Kecamatan Sidayu dan Panceng yang menyebabkan debit air Waduk Wotan mengalami peningkatan dan jebol hingga air menggenangi jalan desa serta pemukiman warga di sekitar lokasi waduk," ujar Abdul Muhari, Jumat (8/7/2022).

Petugas gabungan setempat kata Abdul Muhari bergotong royong membuat tanggul mandiri serta mendirikan tenda dapur umum di Balai Desa Petung.

Petugas juga membantu untuk menyelamatkan dan evakuasi hewan ternak warga.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

"Kondisi terkini di lokasi banjir, genangan air berangsur surut namun petugas masih terus melakukan pemantauan ketinggian debit air di beberapa titik," jelas Abdul Muhari.

Dari hasil kajian inaRISK menunjukkan Kabupaten Gresik termasuk dalam kajian bahaya banjir kategori sedang hingga tinggi dengan luas bahaya seluas 65.256 hektar.

Kajian ini menyebutkan sebanyak 18 kecamatan berada pada kategori tersebut, termasuk Kecamatan Sidayu dan Panceng termasuk kelas bahaya tinggi.

"Warga disekitar daerah aliran sungai atau tanggul agar senantiasa mengecek kondisi debit air saat hujan, khususnya saat hujan dengan intesitas tinggi dan berlangsung dengan durasi lebih dari satu jam," tutup Abdul Muhari.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini