Share

Waspada Sengatan Ubur-Ubur di Pantai Selatan, Belasan Wisatawan Jadi Korban

Erfan Erlin, iNews · Senin 11 Juli 2022 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 11 510 2627219 waspada-sengatan-ubur-ubur-di-pantai-selatan-belasan-wisatawan-jadi-korban-hA7hHPXCTf.JPG Tim SAR sisir pantai cari ubur-ubur (Foto SAR)

YOGYAKARTA - Ubur-ubur mulai muncul di wilayah pantai Gunungkidul. Sejumlah wisatawan yang tengah berlibur di pantai terpaksa harus mendapat perawatan dari Tim SAR usai mereka menyentuh ubur-ubur.

Tim SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron bersama dengan petugas Polsek Tanjungsari serta masyarakat terus membersihkan ubur-ubur yang mendarat di tepi pantai. Mereka melakukan penyisiran ke sejumlah pantai.

Sekretaris SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, Tim SAR berusaha melakukan penyisiran untuk membersihkan ubur-ubur yang berada di tepi pantai maupun yang mengambang di air. Ubur-ubur tersebut lantas mereka ambil dan kumpulkan di satu tempat kemudian dilakukan penguburan.

"Meski tidak mematikan tetapi cukup mengganggu wisatawan" ujar Suris, Minggu malam (10/7/2022).

Suris menambahkan, pemantauan akan mereka lakukan secara berkala. Sebab pada bulan Juli ini gelombang tinggi dan angin kencang akan menerpa pantai selatan. Seperti biasanya, di musim seperti ini populasi ubur-ubur yang berada di tepi pantai meningkat.

Terbukti dalam dua pekan ini ada 14 wisatawan yang telah ditangani petugas. Dari belasan korban tersebut didominiasi anak-anak. Mereka harus mendapatkan perawatan dari petugas di posko SAR.

"Kami himbau agar pengunjung yang bermain air di pantai selalu berhati-hati," tandas dia.

Koordinator SAR Linmas Wilayah II Pantai Baron, Marjono menambahkan, Tim SAR Wilayah II Pantai Baron terus mengupayakan untuk mengobati korban yang tersengat ubur-ubur. Salah satunya dengan menggunakan air cuka. Pasalnya air cuka dan alkohol bisa menetralisasi racun dari sengatan ubur-ubur.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

"Reaksinya sengatan ubur-ubur ini cukup cepat tapi juga tergantung dengan daya tahan tubuh masing-masing korban," kata Marjono.

Marjono menambahkan, biasanya ubur-ubur ini akan bertambah jumlahnya dan biasanya mendarat pada bulan Juli dan juga Agustus yaitu saat terjadi puncak musim dingin. Keberadaan ubur-ubur yang sedang mendarat di Pantai Selatan menyebabkan sejumlah wisatawan tersengat.

Salah satu wisatawan korban sengatan ubur-ubur, Danu Kurniawan mengaku sedikit nyeri di kakinya. Tanpa sengaja dia tersengat saat sedang bermain air di tepi pantai.

"tapi sengatannya sedikit berkurang setelah diobati," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini