Share

Lewat Video Call, Pemuda Lecehkan 3 Bocah

Erfan Erlin, iNews · Selasa 12 Juli 2022 03:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 510 2627817 lewat-video-call-pemuda-lecehkan-3-bocah-87h7egWcCr.jpg Polda DIY menangkap pelaku pelecehan seksual daring terhadap anak-anak. (MNC Portal/Erfan Erlin)

YOGYAKARTA - Diteskrimsus Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membongkar kasus pelecehan seksual daring terhadap anak-anak. Pelaku berinisial FAS, warga Klaten, dalam menjalankan aksinya mengajak korbannya video call.

Sebanyak 3 anak di bawah umur dikabarkan telah menjadi korban kejahatan asusila, pornografi dan eksploitasi seksual oleh FAS.

Selain menangkap tersangka, polisi menyita berbagai alat yang digunakan FAS dalam melancarkan aksinya tersebut.

Direskrimsus Polda DIY Kombes Pol Roberto GM Pasaribu, menjelaskan awal mula penangkapan FAS.

"Kasus ini terungkap bermula ketika Bhabinkamtibmas Desa Argosari Sedayu Bantul mendapat informasi dari orangtua murid," katanya, Senin.

Pada 21 Juni 2022, Bhabinkamtibmas menerima laporan dari guru dan orang tua siswa sebuah sekolah di wilayahnya. Orangtua murid dan guru menceritakan anak didik mereka dihubungi orang tak dikenal.

Anak-anak tersebut diminta menanggapi video call dari pelaku. Anak-anak diajak melihat alat kelamin pelaku. Anak-anak yang rata-rata berumur 10 tahun tersebut kaget dan kemudian menangis. Mereka kemudian bercerita kepada guru dan orangtua masing-masing.

"Awalnya pelaku berusaha bekomunikasi dengan calon korbannya sampai merasa nyaman," tuturnya.

Untuk melancarkan aksinya, pelaku mengaku sebagai teman sebaya atau kakak kelas. Agar korban yakin, pelaku biasanya mencatut atau menggunakan foto orang lain yang korban kenal atau membuat identitas palsu.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Mendapat informasi tersebut, Tim Cyber Polda DIY langsung melakukan penyelidikan. Mereka berhasil mengidentifikasi pelaku, kemudian bergerak cepat memburu keberadaannya.

"Pelaku ternyata seorang pria berinisial FAS alias Bendot, 27. Kami buru dia dan kami tangkap di Klaten," ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap pelaku, ternyata dia sudah mencoba menghubungi empat orang korban. Sementara yang mengaku menjadi korban tersebut baru 3 orang.

Polisi kini telah meminta tim psikolog untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang menjadi korban kejahatan child grooming tersebut. Tujuannya agar tidak berdampak buruk pada psikologi anak-anak tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini