Share

Karyawan Ekspedisi Jadi Kurir Narkoba, Selundupkan 7 Paket Ganja

Dicky Sigit Rakasiwi, MNC Portal · Selasa 12 Juli 2022 21:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 12 512 2628448 karyawan-ekspedisi-jadi-kurir-narkoba-selundupkan-7-paket-ganja-Cw4To0JSaC.jpg Polisi mengamankan tersangka dan barang bukti/ Foto: Polisi

SEMARANG - Satresnarkoba Polrestabes Semarang menangkap dua tersangka peredaran narkoba di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dua pelaku yaitu AS (18) dan LAE, (31). Polisi menangkap keduanya di Jalan Melati Utara No. 7A, Kelurahan Brumbungan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, tepatnya di salah satu kantor ekspedisi ternama di Kota Semarang, pada Selasa (28/6/2022) sekira pukul 21.30 WIB. Petugas Satresnarkoba juga berhasil menyita barang bukti sekitar 823 gram ganja.

Kasatresnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Edy Sulistiyanto mengatakan, kedua tersangka ini merupakan kurir jual beli narkotika jenis tanaman ganja. Sebelumnya, modus kedua pelaku diungkap setelah petugas mendapatkan laporan masyarakat yang curiga lantaran diduga seseorang yang berprofesi sebagai karyawan ekspedisi terlibat kasus peredaran narkoba.

 BACA JUGA:Viral Resep Kreasi Unik Mi Goreng, Dicampur Parutan Kulit dan Air Lemon!

Kemudian, polisi melakukan penyelidikan, pada Selasa (27/6/2022) sekira pukul 20.30 WIB. Pelaku, AS ditangkap di depan salah satu kantor ekspedisi ternama yang berada di Jalan Melati Utara No 7A Kota Semarang. Pada saat itu, tersangka AS hendak menyerahkan Ganjar kepada temannya bernama DPA yang kini menjadi DPO.

Saat penggeledahan, tersangka menyembunyikan ganja di dalam saku celananya. Juga terdapat 1 plastik klip seberat kurang lebih 12 gram.

"Selanjutnya, kami mendapatkan keterangan dari AS bahwa ganja tersebut milik LAE. Di mana sebelumnya, LAE menyuruh AS untuk menjualkan narkoba itu," jelasnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Selasa (12/7/2022).

 BACA JUGA:Ramai Diperbincangkan, Berikut Sikap Partai Perindo atas RUU KIA

Hasil dari keterangan AS, polisi kemudian menangkap tersangka LAE di Jalan Pekunden Tengah, Kota Semarang, pada Rabu (28/6/2022) sekira pukul 08.30 WIB.

Lalu, pihaknya melakukan pengembangan agar bisa mendapatkan barang bukti kejahatan yang dilakukan oleh LAE.

"Lalu, kami membawa LAE ke rumah kosnya untuk menunjukkan barang bukti ganja yang lain," ujarnya.

Tiba di kos LAE di Jalan Bringin RT 005 RW 004, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang itu, pihaknya melakukan penggeledahan di dalam indekos tersebut.

Hasilnya, pihak kepolisian menemukan barang bukti berupa 1 buah tas kresek warna hitam berisi 1 plastik berisi ganja seberat kurang lebih 650 gram, 7 plastik klip ukuran sedang berisi ganja, 1 toples kecil warna putih berisi biji ganja, 1 buah timbangan digital warna silver, 1 buah timbangan digital warna hitam, 1 bundel plastik klip kosong ukuran sedang, dan 2 buah kertas papir untuk membuat rokok.

 BACA JUGA:6 Tahun Tak Naik, Tarif Pelabuhan Tanjung Priok Bakal Alami Kenaikan

"Ganja tersebut didapat dari A (DPO), awalnya seberat 1 kilogram kemudian LAE disuruh untuk mengambil sebagian ganja dan dijadikan 7 paket seberat 20 gram sudah bersih tanpa batang dan bijinya," terangnya.

Kasatresnarkoba Polrestabes Semarang juga mejelaskan, tersangka LAE juga disuruh dengan A yakni mengambil sedikit ganja untuk dikonsumsi pribadi sebagai upahnya.

"Saat itu, tersangka LAE membutuhkan uang kemudian memberikan ganja seberat 10 gram sebagai upahnya kepada AS. Dan menyuruh menjualkan ganja dengan harga Rp 250 ribu," katanya.

 BACA JUGA:Hasil Timnas Putri Indonesia vs Timnas Putri Singapura di Piala AFF Wanita 2022: Garuda Pertiwi Kalah 0-2

Kedua tersangka di ganjar Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 114 ayat (1) Subsider Pasal 132 ayat (1) Jo Pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kedua pelaku AS dan LAE terancam hukuman pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, serta didenda paling sedikit 1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini