Share

Dua Warga Pundong Kehilangan Puluhan Juta Usai Tertipu Jadi PHL

Erfan Erlin, iNews · Kamis 14 Juli 2022 20:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 14 510 2629791 dua-warga-pundong-kehilangan-puluhan-juta-usai-tertipu-jadi-phl-8XVzsFA5y7.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

BANTUL - Karena tergiur bisa menjadi Pegawai Harian Lepas (PHL) di Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, dua warga Pundong harus kehilangan uang puluhan juta. Pasalnya, meski telah menyetor uang yang diminta namun mereka tak kunjung bekerja.

Kasus tersebut terungkap dari temuan yang dilakukan oleh Forum Pemantau Independen (Forpi) Bantul. Forpi telah melakukan sejumlah langkah untuk menindaklanjuti kasus dugaan penipuan penerimaan PHL ini.

 BACA JUGA:Pulang ke Tanah Air, Tidak Ada Karantina Terpusat 21 Hari bagi Jemaah Haji

Anggota Forpi Bantul, Abu Sadhikis menuturkan kedua orang tersebut telah memberikan klarifikasi ke Forpi beberapa waktu yang lalu. Mereka mengaku telah menyetor sejumlahk uang kepada oknum yang menjanjikan bisa menjadikan mereka sebagai PHL di lingkungan Dinas Pariwisata Bantul.

"Keduanya ditawari oleh seorang oknum PHL di Dinas Pariwisata Bantul," kata dia, Kamis (14/7/2022)

Abu mengatakan dalam klarifikasi tersebut, dua orang ini mengaku ditawari oleh seorang oknum PHL Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul. Mereka dijanjikan dapat diterima menjadi PHL melalui ajudan Bupati Bantul.

 BACA JUGA:Persiapkan Pemilu 2024, Polda Metro, Bawaslu dan Kejati Gelar Rakor

Karena tergiur dengan tawaran tersebut, dua orang warga Kapanewon Pundong ini menyanggupi untuk membayar sejumlah uang yang diminta. Bahkan mereka berdua sudah membayar sebagian uang yang diminta.

"6 bulan sebelum puasa atau lebaran kemarin, keduanya masing-masing menyetor uang Rp 25 juta. Mereka dijanjikan bisa diterima (PHL) asal membayar Rp 50 juta," terang dia.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Keduanya dijanjikan akan diterima untuk bertugas di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis. Namun setelah sekian bulan menyetor uang yang diminta, ternyata janji tersebut belum terealisasi.

 BACA JUGA:Pemprov DKI Berencana Ajukan Banding, Wagub: Kita Berikan Perhatian Bagi Kesejahteraan Buruh

Abu menambahkan, selain memanggil kedua warga Pundong yang menjadi korban, Forpi juga telah memanggil Dinas Pariwisata Bantul. Dari pihak Dinas Pariwisata yang hadir adalah Sekretaris Dinas Pariwisata Jati Bayubroto.

Kepada Forpi, lanjut Abu, Bayu menjelaskan jika Dinas Pariwisata sudah tidak melakukan perekrutan pegawai karena ada moratorium pegawai dari Pemerintah Pusat. Ketika ada perekrutan pegawai pun Bayu menandaskan tidak berkenan menarik sejumlah uang.

"Pak Bayu juga membantah pegawai Dinas Pariwisata terlibat," terang dia.

Forpi juga telah mengklarifikasi terhadap ajudan Bupati Bantul dan yang bersangkutan membantah klaim dari calo tersebut. Namun karena faktanya ada dua orang yang tertipu maka pihaknya telah merekomendasikan ke Dinas Pariwisata.

 BACA JUGA:Heboh! Hewan Kurban Melimpah, Warga Banjarnegara Dapat Satu Keranjang Daging

Forpi merekomendasikan Dinas Pariwisata untuk memanggil dan mengklarifikasi kepada korban maupun PHL yang menjanjikan tersebut. Dan apabila benar itu terjadi maka Forpi meminta untuk menindak tegas terhadap PHL yang menjanjikan.

"Kami merekomendasikan untuk tidak diperpanjang kontraknya tahun depan," kata dia.

Terkait proses hukum, Abu mengaku Forpi belum melangkah sejauh itu. Pihaknya baru membuat untuk rekomendasi agar penyelesaian secara internal terlebih dahulu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini