Share

Modus Tuduh Adik Dianiaya, Komplotan Pencuri Rampas HP Remaja Nongkrong

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 15 Juli 2022 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 15 519 2630254 modus-tuduh-adik-dianiaya-komplotan-pencuri-rampas-hp-remaja-nongkrong-iRDOWHWG6T.jpg Dua pelaku penjambretan hape ditangkap/ Foto: Avirista Midaada

MALANG - Sekelompok pemuda di Malang yang melakukan pengambilan handphone warga ternyata telah beraksi beberapa kali. Mereka berhasil melancarkan aksinya sebanyak belasan kali dan membawa kabur sejumlah unit handphone.

Kanitreskrim Polsek Klojen AKP Yoyok Ucuk menyatakan, dari hasil pemeriksaan pelaku bernama Sahid telah melakukan aksinya sebanyak 11 kali, sedangkan untuk tersangka Luki Saputra sudah dua kali beraksi.

 BACA JUGA:Update Covid-19 per 15 Juli 2022: 6.127.084 Positif, 5.945.278 Sembuh dan 156.833 Meninggal

Termasuk satu pelaku yang masih berusia anak-anak pun juga telah beberapa kali beraksi. Modusnya pun sama yakni menuduh korbannya telah melakukan pemukulan kepada adik dari tersangka.

"Dia melakukan dengan berpura-pura menuduh korban telah melukai adiknya. Kemudian dipisahkan dari temannya dengan tujuan mengambil handphone korban," ucap Yoyok Ucuk, saat rilis di Mapolresta Malang Kota, pada Jumat (15/7/2022).

 BACA JUGA:Kemlu RI: WNI Diimbau Hindari Unjuk Rasa di Sri Lanka

Aksi ini terbongkar setelah adanya unggahan di media sosial dan viral beredar. Dari situlah kepolisian dari unit Reskrim Polsek Klojen bersama tim Opsnal Polresta Malang Kota bertindak melakukan pemantauan di lapangan terutama di malam hari di atas jam 21.00 WIB.

"Pelaku ini tertangkap tangan saat melakukan aksinya pada 11 Juli 2022 sekitar pukul 19.00 WIB di Alun-alun Kota Malang," ujar dia.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Sementara itu Kapolsek Klojen Kompol Domingos Ximenes menjelaskan, mayoritas korban yang diincar komplotan pemuda ini adalah remaja dan pemuda yang tengah asyik nongkrong di kawasan alun-alun Kota Malang, Kayutangan heritage, hingga Lapangan Rampal Malang.

 BACA JUGA:Breaking News: Kasus Covid-19 Bertambah 3.331 Hari Ini

"Jadi mereka keliling, mereka ini profiling dulu, kalau dari Malang Kota mereka akan lihat umurnya. Kalau sekiranya masih SMP mereka akan datangi, kalau dewasa mereka tidak berani, kecuali dilihat dari postur tubuh. Saat Arema main itu yang mereka tunggu, orang dari luar banyak yang nongkrong di sini, diajak teman-temannya beraksi," jelas Domingos Ximenes.

 BACA JUGA:Pabrik Pipa Dekat Bandara Soetta Terbakar, Lalu Lintas Penerbangan Tak Terganggu

Menurut Domingos, selain ketiga tersangka ini ada beberapa kelompok lain yang kerap beraksi dengan modus serupa. Namun mereka tidak saling mengenal antar satu kelompok dengan kelompok lainnya.

"Hanya tahu muka, beroperasinya sama. Motor pun ganti-ganti tidak tahu nama. Nggak saling mengenal, ada berapa kelompok yang beroperasi, kita lagi beroperasi mengungkap itu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini