Share

Gempa M5,3 Pacitan Terasa hingga Sleman

Arie Dwi Satrio, Okezone · Minggu 17 Juli 2022 19:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 17 519 2631156 gempa-m5-3-pacitan-terasa-hingga-sleman-mzbRVIokU4.jpg Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Gempa berkekuatan magnitudo (M) 5,3 mengguncang sejumlah daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah pada sore hari ini, sekira pukul 16.13 WIB. Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membeberkan, sejumlah daerah yang merasakan guncangan gempa yakni, Nganjuk, Karangkates, Bantul, Wonogiri, Trenggalek, Pacitan, Sleman, hingga Jember.

"Gempa ini dirasakan oleh warga di Nganjuk, Karangkates, Bantul, Wonogiri, Trenggalek, Pacitan, Sleman, Jember dengan skala intensitas II MMI dengan diskripsi getaran dirasakan oleh warga, hingga benda-benda ringan yang digantung bergoyang," Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono melalui pesan singkatnya, Minggu (17/7/2022).

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa episenter gempa berada di laut, tepatnya di Samudra Hindia pada jarak 117 kilometer arah Barat Daya Kota Pacitan, Jawa Timur. Titik gempa tersebut berada di kedalaman hiposenter 40 km.

Kata Daryono, ini merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menujam ke bawah Pulau Jawa. "Gempa selatan ini terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Pulau Jawa," terang Daryono.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa yang terjadi memiliki mekanisme sumber kombinasi pergerakan geser - naik (oblique thrust)," sambungnya.

Lebih lanjut, diterangkan Daryono, dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Sebab, sambungnya, magnitudo gempa yang relatif kecil untuk menciptakan deformasi batuan dasar laut yang mampu mengganggu kolom air laut.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

"Hingga petang ini, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock)," ungkapnya.

Daryono juga memastikan bahwa gempa di Pacitan ini tidak berkaitan dengan gempa Tasikmalaya dan Pangandaran yang terjadi pada Sabtu, 16 Juli 2022, sekira pukul 22.05 WIB dengan magnitudo 4,5 dan kedalaman 62 kilometer.

"Gempa ini juga tidak berkaitan dengan rentetan aktivitas gempa swarm tektonik di zona subduksi selatan Jawa Timur yang berlangsung sejak tanggal 9 Juli 2022 hingga 11 Juli 2022 yang termonitor oleh BMKG sebanyak 146 kali gempa berkekuatan kecil," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini