Share

Penembakan Massal di SD Texas, 400 Polisi ke TKP Tapi Butuh 1 Jam Lebih Bekuk Pelaku

Susi Susanti, Okezone · Senin 18 Juli 2022 09:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 18 18 2631325 penembakan-massal-di-sd-texas-400-polisi-ke-tkp-tapi-butuh-1-jam-lebih-bekuk-pelaku-OBplgX0as7.jpg Penembakan massal di SD Texas (Foto: Reuters)

TEXAS - Sebuah laporan tentang penembakan massal di Sekolah Dasar (SD) Robb di Uvalde, Texas, Amerika Serikat (AS) yang menewaskan 21 orang telah dirilis. Laporan itu mengatakan hampir 400 petugas polisi bergegas ke lokasi, tetapi polisi menunggu lebih dari satu jam untuk menghadapi penyerang.

Laporan itu diterbitkan pada Minggu (17/7/2022) dan sudah diserahkan kepada keluarga korban sebelum dipublikasikan.

Komite legislator negara bagian menyoroti kurangnya kepemimpinan dan urgensi, menggambarkan pendekatan buruk yang dilakukan pihak berwenang di tempat kejadian.

Seperti diketahui, penembak berusia 18 tahun menargetkan SD Robb di Uvalde pada 24 Mei lalu. Akibat penembakan itu, 19 anak dan 2 guru meninggal dunia.

Baca juga: Penembakan Masal di SD Texas, Ditemukan Kegagalan Sistemik dan Pengambilan Keputusan yang Buruk

Komite Dewan Perwakilan Rakyat Texas percaya laporan hampir 80 halaman itu merupakan laporan paling lengkap sejauh ini tentang apa yang terjadi selama dan setelah serangan itu.

Baca juga: Video Penembakan Massal SD di Texas Bocor Picu Kemarahan Keluarga

Menurut laporan itu, meskipun hampir 400 petugas bergegas ke sekolah, tapi polisi menunggu lebih dari satu jam sebelum menghadapi dan membunuh penyerang, jangka waktu yang dinilai sangat lama.

"Kami tidak tahu saat ini apakah responden bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa dengan mempersingkat penundaan itu," tambah laporan itu.

Laporan ini tidak menemukan satu pun "penjahat", selain penyerang, dalam penyelidikannya.

Sebaliknya, laporan itu menyimpulkan bahwa ada beberapa kegagalan tanggung jawab dari sejumlah otoritas, termasuk banyak lembaga penegak hukum dan sekolah itu sendiri.

Laporan tersebut mengecam keras tindakan berbagai lembaga di tempat kejadian, menuduh mereka gagal memprioritaskan "menyelamatkan nyawa korban yang tidak bersalah di atas keselamatan mereka sendiri".

Laporan itu juga menyoroti "kekosongan kepemimpinan" - kurangnya siapa pun yang bertanggung jawab yang dikatakan "dapat berkontribusi pada hilangnya nyawa".

Kepala polisi sekolah Uvalde, Pete Arredondo, menulis rencana respons penembak aktif distrik yang menetapkan dirinya sebagai komandan insiden, tetapi bersaksi bahwa dia tidak menganggap dirinya bertanggung jawab pada hari itu.

Pandangan umum dari para saksi yang diwawancarai untuk laporan tersebut adalah bahwa Arredondo yang bertanggung jawab, atau bahwa mereka tidak dapat mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas sebuah adegan yang digambarkan oleh banyak orang sebagai "kekacauan".

Arredondo ditempatkan pada cuti administratif bulan lalu dan sejak itu mengundurkan diri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini