Share

Tinjau Wilayah Terdampak Gelombang Tinggi, Sri Sultan Ingin Tata Kawasan Pantai Depok

Erfan Erlin, iNews · Selasa 19 Juli 2022 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 19 510 2632401 tinjau-wilayah-terdampak-gelombang-tinggi-sri-sultan-ingin-tata-kawasan-pantai-depok-IVptj34IQ3.jpg Sri Sultan Hamengkubuwono X (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Gubernur DIY Sri Sultan HB X meninjau lokasi yang terdampak gelombang tinggi di Pantai Depok Kapanewon Kretek Kabupaten Bantul. Meski kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan dalam peristiwa gelombang tinggi tersebut tidak terlalu besar, namun Sultan menginginkan evaluasi menyeluruh Pantai Depok.

Sultan mengatakan, Pantai Depok selama ini memang telah dikenal sebagai tempat wisata kuliner olahan laut karena banyak nelayan yang beraktifitas di pantai ini. Namun dari dulu hingga saat ini perkembangannya kurang signifikan.

Oleh karenanya, Sultan mempertanyakan apakah aktifitas nelayan saat ini hanya cukup berangkat pagi kemudian pulang pada pukul 10.00 atau 11.00 WIB ataukah perlu adanya peningkatan fasilitas agar nelayan bisa beroperasi lebih lama sehingga hasil tangkapannya bisa lebih banyak.

"Di samping itu apakah yang sengaja datang ke sini hanya sekedar menikmati kuliner tanpa berwisata atau tidak," ujar dia, Selasa (19/7/2022).

Hal tersebut sangat penting bagi dirinya karena Sultan ingin membuat kesepakatan dengan berbagai pihak untuk mendesain ulang Pantak Depok ini sebagai kawasan yang punya potensi ekonomi. Sultan ingin menata kembali pantai Depok dengan fasilitas yang memang lebih baik.

Baca juga: Siapkan Pemulihan Pariwisata, Yogyakarta Galakan Standarisasi UMKM

Hanya saja, Sultan menginginkan penataan tersebut tidak sekedar orang yang datang makan di Pantai Depok atau dibawa pulang, namun menjadikannya sebagai kawasan wisata. Di mana nantinya setiap hari libur juga akan ada pentas seni budaya Bantul di tempat Pantai Depok.

Baca juga: Ingatkan Dampak Kemajuan Teknologi, Sultan HB X: Manfaatkan, Jangan Jadi 'Robot'

"Sehingga potensi wisatanya di Parangtritis ini juga bisa berkembang tidak hanya selama ini makan nonton Segoro (laut). Tetapi harapannya makan sambil menikmati suasana laut dan menyaksikan pertunjukkan kesenian,"kata dia.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Namun, Sultan menandaskan aktivitas wisata tersebut nantinya harus aman dari gelombang air laut. Dan akan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan Parangtritis itu untuk mencari nafkah, tidak hanya melaut tetapi juga kegiatan ekonomi lainnya.

Oleh karenanya selain membangun fasilitas yang lengkap untuk mendukung kawasan wisata. Di mana warung-warung makan dan tempat ikannya harus mendukung higienitas. Demikian juga dengan fasilitas toilet yang bersih dan higienis.

Perwakilan Nelayan Depok, Sutarlan mengatakan sejak didirikan tahun 1998 yang lalu, Pantai Depok memang membawa dampak luar biasa bagi masyarakat setempat. Setidaknya ada 500 orang lebih yang beraktifitas mencari rejeki di tempat tersebut.

"Kebersamaan masyarakat di sini cukup tinggi, pada saat gelombang tinggi kemarin semua terlibat dalam menangani dampaknya dan mengerahkan untuk pencegahan lebih banyak. Nelayan, masyarakat, relawan SAR, Kepolisian semuanya terlibat,"ujar dia.

Oleh karenanya ia mendukung rencana pemerintah untuk melakukan penataan Pantai Depok menjadi kawasan wisata terpadu. Namun dia berharap kepentingan masyarakat tetap diperhatikan dan diakomodir.

Baca juga: Prabowo Bersilaturahmi ke Kediaman Sultan Yogya, Tak Bahas Politik

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini