Share

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga, Guru SD Rugi Rp800 Juta dan Jadi Tersangka Investasi Bodong

Erfan Erlin, iNews · Rabu 20 Juli 2022 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 20 510 2633040 sudah-jatuh-tertimpa-tangga-guru-sd-rugi-rp800-juta-dan-jadi-tersangka-investasi-bodong-P0MKmhgzRL.jpg Ilustrasi/ Foto: Okezone

GUNUNGKIDUL - Tergiur mendapatkan untung yang besar, AP (41) oknum Guru SD asal Kalurahan Banjarejo Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul ini mengaku merugi Rp800 juta lebih. Tak hanya itu, dia kini dijadikan sebagai tersangka usai dilaporkan oleh 9 orang warga lain yang mengalami kejadian serupa.

Kapolres Gunungkidul, AKBP Edi Bagus Sumantri menuturkan AP adalah marketing leader Indonesia Crypto Exchange (ICE), sebuah perusahaan investasi trading uang digital jenis Crypto yang menggunakan system Treat Doge Provit (TDP).

 BACA JUGA:Kehabisan Uang untuk Pulang, WN Mesir Diusir dari Bali

Dia bertugas mencari investor di Gunungkidul yang bersedia untuk menanamkan modalnya dalam bisnis trading ini.

"Dia mencari investor dengan iming-iming cukup besar. Setiap Minggu akan mendapat keuntungan 5 persen dan dalam 6 bulan modal akan kembali seutuhnya," terang dia, Rabu (20/7/2022)

Tersangka kini mendekam di Rutan Wonosari untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Karena setidaknya 87 orang yang menjadi korban dengan kerugian total mencapai Rp8 miliar lebih. Di mana para korban ini sudah menginvestasikan modalnya minimal sebesar Rp20 juta dan paling besar Rp200 juta.

 BACA JUGA:Kebocoran Gas Teratasi, Jalan MT Haryono Dibuka Kembali

Meski korbannya berjumlah 87 orang, namun yang berani melaporkan diri dalam kasus ini hanya 9 orang. Kini pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut. Termasuk menelusuri aset yang dikumpulkan dalam kasus ini oleh tersangka.

"Hasilnya untuk membayar hutang, membangun rumah dan juga memenuhi kebutuhan lainnya," terangnya.

Selain oknum guru AP sebenarnya ada tersangka lain dalam kasus ini. Dia adalah VS (60) warga Jalan Merkurius timur No 05 Pisangan, Ciputat timur, Tangsel. Lelaki ini adalah pemilik perusahaan tempat VP menjadi Marketing Leader. Namun saat ini ditahan dalam perkara lain di kalimantan Tengah karena kasus yang sama.

Investasi tersebut berjalan dari awal 2020 sampai Desember 2021, investasi tersebut berhenti karena tidak berijin dari BAPPEBTI (Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi) dan semua penjelasan tersangka AP terkait investasi tersebut sampai saat ini tidak terealisasi.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Keduanya dijadikan tersangka dugaan tindak pidana di Bidang Perdagangan yaitu Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan yang telah diubah dan ditambah sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan/atau tindak pidana Penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP.

Dia juga dijerat pasal 45 A ayat 1 Undang-Undang No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dan pasal 82 Undang-Undang RI nomor 03 tahun 2011 tentang Transfer dana atau dugaan tindak pidana penipuan sebagaimana dalam pasal 378 KUHP.

AP sendiri mengaku awalnya tidak mengetahui jika aksinya merupakan penipuan. Karena apa yang dia lakukan murni bekerja mencari nasabah agar dia juga mendapatkan keuntungan. AP bahkan mengaku tertipu dan mengalami kerugian lebih dari Rp 800 juta.

"Itu uang saya dari pinjaman, modal usaha lain dan juga sponsor," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini