Share

DPW Perindo Sulsel: Peran Jubir Amat Penting dalam Budaya Bugis

Carlos Roy Fajarta, · Rabu 20 Juli 2022 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 20 609 2632899 dpw-perindo-sulsel-peran-jubir-amat-penting-dalam-budaya-bugis-xzh2tRTpQ9.jpg Pelatihan Jubir Perindo di Sulsel (Foto: tangkapan layar)

JAKARTA - Ketua DPW Partai Perindo Sulawesi Selatan, Sanusi Ramadhan menyebutkan bahwa peran dari juru bicara amat penting dalam budaya Bugis dan Makassar.

Hal tersebut ia sampaikan dalam pembukaan Pelatihan Juru Bicara Daerah dan Wilayah Partai Perindo Sulawesi Selatan pada Rabu (20/7/2022).

"Kenapa kita hadir yang dari seluruh pelosok Sulawesi Selatan sesungguhnya untuk menegaskan pentingnya kembali bahwa kehadiran kita adalah Partai Perindo," ujar Sanusi Ramadhan.

Ia menyebutkan, pengalaman pada Pemilu 2019 menjadi refleksi seluruh pengurus untuk bisa mendapatkan hasil lebih baik dan maksimal di Pemilu 2024.

"Sulawesi Selatan kemaren baru 23 orang yang kita bisa dudukkan di DPRD provinsi maupun kabupaten kota. Harus memahami keberadaan kita Perindo. Ada juklis dan juklak. Menyegarkan ingatan kita, bahwa kita di sini ada kesamaan cita-cita dan semangat bahwa di Pemilu 2024 harus kita menangkan," kata Sanusi Ramadhan dengan suara bersemangat.

Baca juga: Hary Tanoesoedibjo Targetkan Sulsel dan Sumut Jadi Lumbung Suara Partai Perindo

Dalam konteks budaya orang Sulawesi Selatan seperti Bugis, Makassar, Mandar, dan Tana Toraja dikatakan Sanusi sejak dahulu sudah ada terminologi Juru Bicara.

Baca juga: Buka Pelatihan Jubir, Hary Tanoe Kobarkan Semangat Perindo Jadi Partai Besar di Pemilu 2024

"Perannya sudah ada sejak Kerajaan Gowa dalam struktur kepemimpinan ada di posisi kedua yang memiliki peran sangat besar untuk menyampaikan apa pesan raja dan memberikan nasehat kepada raja," tutur Sanusi Ramadhan.

Jubir Perindo, kata dia, tidak hanya sekedar berbicara namun mampu memahami garis besar dan ideologi partai. Jubir disebutkannya harus memahami bahan bangunan rumah yang akan dibangun (Partai Perindo).

"Dalam kultur Bugis Makassar itu dijabat Tanlo, Mahapati atau Perdana Mentari. Ada yang kita kenal filosofi campak lidah, ujung lidah bermakna sebagai juru bicara yang mampu menyampaikan pesan Partai Perindo," ungkap Sanusi Ramadhan.

Jubir yang dimaknai menjadi ujung tombak di tengah masyarakat. Ia mengungkapkan ujung ketiga saat orang Bugis Makassar lahir itu diberikan ujung badik.

'Bukan dala konteks kekerasan, tetapi kita analogikan sebagai pena. Agar jubir memiliki kemampuan membuat rilis di media Semua memiliki media sosial. Sampaikan pesan partai ke masyarakat melalui jalur tersebut," kata Sanusi.

Dalam pelatihan tersebut ia meminta jajaran kader di Sulawesi Selatan untuk melakukan sebuah refleksi bahwa semua memahami tujuan berpartai Perindo yakni demi meraih kemenangan.

"Kita harus menyamakan etos kerja kita, kita bergerak untuk meraih kemenangan di Pemilu 2024 menjadi harga mati Perindo. Kita harus memenangkan perjuangan tersebut. Hidup yang dipertaruhkan itu harus dimenangkan. Sebab orang yang tidak berpikir menang maka sudah kalah sebelum berperang," tutup Sanusi Ramadhan.

Baca juga: Partai Perindo Sulsel Yakin Menangkan Hati Rakyat pada Pemilu 2024

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini