Share

Penembak Istri Anggota TNI Ditangkap, Polisi Amankan Satu Pucuk Senjata Api

Qur'anul Hidayat, Okezone · Jum'at 22 Juli 2022 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 512 2634497 penembak-istri-anggota-tni-ditangkap-polisi-amankan-satu-pucuk-senjata-api-VJXlE3Fx0p.jpg Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)

SEMARANG – Seorang pelaku penembakan terhadap Rina Wulandari, istri anggota TNI di Kota Semarang, Jawa Tengah, berhasil ditangkap Tim Gabungan Polda Jawa Tengah (Jateng). Hal itu diungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, Jumat (22/7/2022).

Dikutip dari Antara, petugas juga mengamankan satu pucuk senjata api yang diduga digunakan untuk menembak korban. Meski demikian, Irwan belum menjelaskan detil identitas pelaku maupun kronologis penangkapan.

Sebelumnya, polisi sudah menemukan lebih dahulu dua sepeda motor yang digunakan keempat pelaku saat beraksi.

Dua sepeda motor tersebut, masing-masing Kawasaki Ninja diamankan di sebuah rumah di Mijen, Kota Semarang, sedangkan Honda Beat diamankan dari sebuah rumah di Sayung, Kabupaten Demak.

Sebelumnya, Rina Wulandari (34), istri seorang anggota TNI, ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya, Jalan Cemara III, Banyumanik, Kota Semarang, Senin (18/7).

 Baca juga: Calon Kades di Ogan Ilir Tewas Ditembak dan Dibacok

Kapolrestabes Kombes Irwan Anwar mengatakan bahwa korban mengalami luka di bagian perut akibat tembakan tersebut.

"Dua tembakan, satu bersarang di perut korban," katanya.

Polisi sendiri telah mengungkap ciri-ciri dan peran empat pelaku penembakan korban.

Irwan mengatakan empat pelaku menggunakan dua sepeda motor, masing-masing Kawasaki Ninja dan Honda Beat Street tanpa nomor polisi.

Adapun ciri-ciri keempat pelaku yang terekam dalam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian diketahui masing-masing untuk pelaku yang berperan sebagai eksekutor penembakan menggunakan helm yang biasa digunakan untuk motocross, bersepatu warga hitam merah, serta menggunakan senjata api yang diduga pistol.

Adapun dua pelaku lain yang mengendarai Honda Beat bertugas sebagai pengawas saat eksekusi penembakan.

"Salah seorang pelaku diketahui berambut panjang," katanya.

Dari rekaman CCTV, kata dia, para pelaku yang diduga merupakan warga sipil tersebut selalu berkomunikasi dengan seseorang melalui telepon sebelum beraksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini