Share

5 Fakta Kasus Anak di Tasikmalaya Depresi hingga Meninggal karena Dipaksa Setubuhi Kucing

Natalia Bulan, Okezone · Jum'at 22 Juli 2022 12:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 22 525 2634329 5-fakta-kasus-anak-di-tasikmalaya-depresi-hingga-meninggal-karena-dipaksa-setubuhi-kucing-TFszNHAVv6.jpg Ilustrasi/Freepik

TASIKMALAYA - Berikut ini adalah 5 fakta kasus anak di Tasikmalaya yang depresi hingga meninggal karena dipaksa setubuhi kucing oleh teman-temannya.

Kasus perundungan ini terjadi oleh anak berusia 11 tahun atas perlakuan tidak terpuji oleh teman-teman sebayanya di Tasikmalaya.

Diketahui ia meninggal dunia karena depresi setelah dipaksa menyetubuhi seekor kucing yang diviralkan oleh teman-temannya itu di media sosial.

Menurut Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, ada fakta-fakta mengejutkan dari kasus ini.

Simak fakta-fakta tersebut selengkapnya di sini!

1. Korban sudah sering di-bully

Diketahui, ternyata korban yang merupakan warga Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya ini sudah lama menjadi korban bullying.

Ia kerap di-bully oleh teman-teman sebayanya bahkan oleh anak yang usianya lebih tua darinya.

Semasa hidupnya, korban kerap diolok-olok dan juga dipukul.

2. Kejadian terjadi akhir Juni 2022

Pada akhir Juni 2022 saat korban sedang bermain bersama teman-temannya, ia kemudian dipaksa menyetubuhi kucing oleh seorang pelaku yang sudah duduk di bangku SMP.

Korban pun tidak berani menolak apalagi melawan.

Berdasarkan keterangan teman-teman dan orangtua korban, pelaku yang memaksanya ada empat orang.

3. Aksi tersebut direkam video

Teman-temannya merekam video saat korban terpaksa melakukan perbuatan tak senonoh kepada kucing.

Video yang berdurasi 50 detik itu tersebar di media sosial dan tentunya menjadi perbincangan publik di Kabupaten Tasikmalaya.

Di dalam video pun terdengar para pelaku mengolok-olok korban.

4. Sikap korban berubah drastis setelah kejadian

Setelah kejadian, sikap korban berubah sangat drastis.

Ia menjadi murung, sangat ketakutan, malu, hingga depresi berat.

Ia bahkan tidak nafsu makan, terutama orangtuanya tahu video tersebut tersebar dari tetangga.

Akibatnya, kondisi kesehatan korban menurun hingga meninggal pada hari Minggu (17/7/2022).

Namun, hingga ia mengembuskan napas terakhirnya, ia tidak pernah menyebutkan identitas pelaku.

"Dari keterangan ibu kandungnya, korban sebelum meninggal tak mau membuka siapa identitas para pelaku yang mem-bully dan memaksanya begitu (memperkosa) kucing sambil direkam,” kata Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto kepada wartawan, Kamis (21/7/2022).

5. Kasus dilaporkan ke polisi

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Satreskrim Polres Tasikmalaya.

Pelaporan dilakukan oleh KPAID Kabupaten Tasikmalaya mewakili keluarga korban.

Sebab, keluarga korban belum siap secara fisik dan mental untuk melapor.

KPAID berharap kasus ni diusut tuntas dan menjadi pelajaran bagi masyarakat.

“Diduga para pelaku berjumlah empat orang dan identitasnya sudah diketahui. Mereka teman-teman sebaya korban. Seorang di antaranya sudah SMP,” ujar Ato Rinanto.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini