Share

Ultimatum Kopda Muslimin, Polda Jateng: Cepat Atau Lambat Akan Tertangkap!

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 23 Juli 2022 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 23 512 2635004 ultimatum-kopda-muslimin-polda-jateng-cepat-atau-lambat-akan-tertangkap-rBwT9Gkc5U.jpg Lokasi penembakan/Foto: MNC Media

JAKARTA – Keberadaan Kopda Muslimin, anggota Batalyon Arhanud 15 Semarang, masih belum diketahui sejak peristiwa penembakan istrinya Rini Wulandari oleh orang tak dikenal pada Senin, 18 Juli 2022.

(Baca juga: Kasus Penembakan Istri TNI, Polisi Militer Buru Suami Korban Kopda Muslimin)

Diduga Kopda Muslimin terlibat dalam peristiwa penembakan tersebut. POM TNI bersama Polda Jateng saat ini masih terus melakukan pengejaran terhadap Kopda Muslimin.

Tim gabungan Polda Jateng dan POM TNI masih memburu tersangka. Segera menyerahkan diri cepat aau lambat akan tertangkap,” ujar Kabid Humas Polda Jateng Kombes Iqbal Alqudusy, Sabtu (23/7/2022).

Dikatakan Iqbal, pihaknya hingga saat ini telah menangkap lima orang dalam kasus penembakan tersebut.

“Sampai tadi malam tim gabungan Polda Jateng dan Polres Semarang berhasil menangkap 5 orang. 4 eksekutor dan 1 sebagai pemasok senjata. Kelimanya saat ini masih diperiksa intensif,”pungkasnya.

Sebelumnya, Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa mengungkap adanya dugaan keterlibatan Anggota TNI Kopda Muslimin (M) dalam peristiwa penembakan Rina Wulandari (RW), di Semarang, Jawa Tengah, pada Senin, 18 Juli 2022, lalu. Kopda Muslimin merupakan suami dari Rina Wulandari.

Kopda Muslimin diduga terlibat dalam penembakan istrinya sendiri, Rina Wulandari. Pihak Puspom TNI telah mengantongi bukti-bukti investigasi terkait dugaan keterlibatan Kopda Muslimin dalam kasus penembakan istrinya, Rina Wulandari.

"Dan dugaan memang kuat karena suami dari korban ini lari sejak hari pertama dan bukti-bukti investigasi ini sudah mengarah kepada beberapa orang, yang kami lebih cenderung juga mengaitkan suami korban," kata Andika kepada awak media di Mako Kolinlamil, Jakarta Utara,.

Menurut Andika, kasus penembakan Rina Wulandari sangat tidak manusiawi. Ia menduga ada unsur kesengajaan dalam kasus penembakan Rina Wulandari yang pelakunya berpotensi dijerat dengan Pasal 53 Juncto Pasal 340 ancaman pidana maksimal berupa hukuman mati atau seumur hidup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini