Share

Kurir 20 Kilogram Sabu Asal Aceh Dituntut Mati di PN Medan

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Rabu 27 Juli 2022 01:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 26 608 2636856 kurir-20-kilogram-sabu-asal-aceh-dituntut-mati-di-pn-medan-rU3clL2dRp.jpg Ilustrasi/ Doc: Okezone

MEDAN - Dua orang kurir narkoba asal Aceh, dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Medan. Keduanya adalah Zulfikar alias Fikar (36) dan Syafruddin alias Din (51).

Tuntutan terhadap keduanya dibacakan JPU Fransiska Panggabean dalam persidangan yang digelar lewat telekonferensi video dari Ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri Medan, Selasa (26/7/2022).

 BACA JUGA:Dipanggil KPK, Pelapor Suharso Monoarfa Diklarifikasi soal Laporannya

Keduanya dituntut mati karena dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan mengantarkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 20 kilogram dari Lhokseumawe, Aceh ke Medan. Di mana atas upayanya itu, keduanya mendapatkan upah senilai Rp50 juta.

Perbuatan keduanya melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman kepada kedua terdakwa masing-masing dengan pidana mati,” sebut JPU Fransiska.

 BACA JUGA:Bawaslu: Parpol Boleh Sosialisasi Asal Tak Ajak Memilih

Usai mendengarkan tuntutan, Majelis Hakim yang diketuai Immanuel Tarigan menunda sidang hingga pekan depan. Sidang berikutnya akan dilaksanakan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari kedua terdakwa maupun penasehat hukumnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Dalam dakwaannya, JPU menyebut Fikar dan Din ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut di Jalan Lintas Sumatera Medan-Aceh, Desa Paluh Manis Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada akhir Maret 2022 lalu.

Saat itu keduanya membawa mobil Toyota Innova berisi 20 kilogram sabu-sabu yang dikemas dalam 20 bungkus teh China. Mereka diperintah seseorang bernama Cakya (DPO) untuk mengantar mobil berisi narkoba itu kepada seseorang yang menunggu di gerbang tol Helvetia, Medan.

 BACA JUGA:Polisi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp27 Miliar

Mereka dibekali uang oleh Cakya senilai Rp 2 juta dan dijanjikan akan mendapatkan bayaran Rp 50 juta jika berhasil mengantarkan mobil berisi narkoba itu.

Namun belum lagi mereka tiba di Medan, Polisi yang sudah mendapatkan informasi akan adanya transaksi narkoba itu langsung menghentikan mobil yang ditumpangi keduanya saat masih berada di Langkat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini