Share

Oplos Pupuk Bersubsidi, 3 Pelaku Ditangkap di Banyuasin

Era Neizma Wedya, iNews · Selasa 26 Juli 2022 16:18 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 26 610 2636612 oplos-pupuk-bersubsidi-3-pelaku-ditangkap-di-banyuasin-XAxdDGNAye.jpg Pengoplos pupuk bersubsidi di Banyuasin ditangkap. (MNC Portal/Era Neizma)

BANYUASIN – Polisi menangkap 3 tersangka pengoplos pupuk bersubsidi yang berlokasi di sebuah rumah di dusun I RT 001, Desa Santan Sari, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Selasa (26/7/2022).

Kapolres Banyuasin, AKBP Imam Syafi’i, didampingi Kasat Reskrim AKP Hary Dinar mengatakan, penangkapan ketiga tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat.

Diketahui, pupuk bersubsidi ini diganti dengan karung merek lain yang nonsubsidi.

“Berdasarkan informasi tersebut, kemudian Kasat Reskrim memerintahkan Kanit Pidsus Iptu Amukminin, bersama tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan,” katanya saat menggelar rilis di Mapolres Banyuasin.

Imam menyebutkan, setelah dilakukan penyelidikan ternyata benar adanya aktivitas yang diinformasikan masyarakat. Selanjutnya dilakukan penggerebekan di lokasi tersebut.

Petugas kemudian menangkap 3 tersangka, yaitu FR (36), RS (24), dan M (44). Selain itu, polisi mengamankan barang bukti berupa 100 karung isi 50 kg, berupa karung pupuk merek super fosfat SP-36 yang telah diganti kemasan menjadi pupuk nonsubsidi merk Mahkota TSP, 301 karung pupuk subsidi merek Phonska yang telah diganti kemasan menjadi pupuk nonsubsidi merk Hi-Kay Medan, 40 karung pupuk subsidi merek Phonska yang telah diganti kemasan menjadi pupuk nonsubsidi merek Hi-Kay Padang.

Kemudian 87 karung pupuk subsidi merek Phonska yang telah diganti kemasan menjadi pupuk nonsubsidi merek Hi-Kay Palembang, enam rol benang jahit warna putih polos, delapan rol benang jahit warna kuning polos, tujuh rol benang jahit warna kuning dominan, empat rol benang jahit, dua mesin jahit, timbangan ukuran 60 kg.

Serta 100 karung pupuk subsidi kosong merek SP-36, 82 karung pupuk subsidi kosong merek NPK Phonska, 86 karung pupuk kosong non subsidi kosong merek Hi-Kay, 606 karung pupuk kosong nonsubsidi kosong merek.

“Ketiga tersangka kita amankan pada hari Rabu lalu di sebuah gedung yang digunakan untuk oplos pupuk tersebut,” katanya.

Selain itu, polisi mendapatkan informasi, pupuk subsidi tersebut disuplai dari seorang broker di wilayah Lampung dan Belitang (OKUT).

“Saat barang datang Rabu dini hari dan usai pengoplosan, langsung kita gerebek. Sehingga tersangka tidak dapat mengelak lagi,” tuturnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Selanjutnya ketiga tersangka diamankan beserta barang bukti ke Mapolres Banyuasin untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dari pemeriksaan ketiga tersangka, FR sebagai pemilik modal dan dua tersangka lainnya sebagai pekerja untuk oplos pupuk subsidi menjadi nonsubsidi.

“Mereka mengganti label dan atau kemasan Pupuk tersebut menjadi pupuk nonsubsidi seperti pupuk SP-36 diganti kemasan menjadi pupuk Mahkota Ungu dan pupuk Phonska diganti kemasan menjadi pupuk Hi-Kay dan Mahkota Orange,” katanya.

Usai dioplos menjadi pupuk nonsubsidi itu, tersangka menjual ke pemesan petani di wilayah Muba dan Jambi.

“Sistem mereka order dulu baru barang dikirim. Harga jual mereka Rp300 ribu, artinya mendapatkan untung Rp50 ribu per karung,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini