Share

Pemilik Sekolah SPI Dituntut 15 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Tak Mau Komentar

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 27 Juli 2022 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 27 519 2637198 pemilik-sekolah-spi-dituntut-15-tahun-penjara-kuasa-hukum-tak-mau-komentar-uoinSjzkHP.jpg Hotma Sitompul, Pengacara Julianto Eka Putra (Foto : MPI)

MALANG - Pemilik sekolah SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) dituntut 15 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) akibat kasus kekerasan seksual. Tim kuasa hukum Julianto Eka Putra pun enggan menanggapi tuntutan kepada kliennya tersebut.

Ketua tim kuasa hukum JE Hotma Sitompul menyatakan, keterangan bakal disampaikan setelah nota pembelaan atau pledoi yang disampaikan di persidangan Rabu depan 3 Agustus 2022.

"Tidak mau mengomentari surat tuntutan, komentar akan kita sampaikan saat membuat nota pembelaan kita," kata Hotma Sitompul, seusai persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Malang, pada Rabu siang (27/7/2022).

Hotma mengingatkan, tuntutan 15 tahun itu bukanlah akhir yang membuat kliennya kalah. Sebab, masih ada rangkaian persidangan lainnya hingga keputusan tetap pada tim majelis hakim.

"Nanti kita bicara, nanti kita akan buka semua bukti-bukti kita. Ini baru surat tuntutan, banyak orang bergembira kalau dituntut tinggi. Kalau dituntut bebas ribut juga," ucap dia.

Hotma menegaskan, pada proses persidangan tidak mencari menang atau kalah. Tetapi supaya hukum bisa ditegakkan yang adil. Sebab selama persidangan baik jaksa penuntut umum, majelis hakim, hingga kuasa hukum bertanggungjawab kepada Tuhan untuk menegakkan keadilan.

"Ini bukan mencari menang atau tidak menang, kita datang ke pengadilan proses pengadilan untuk mencari keadilan, bukan untuk menang - menangan. Saya mau mengingatkan kita semua di dalam suatu proses persidangan, kita semua baik jaksa, penasehat hukum, maupun hakim bertanggungjawab kepada Tuhan," terangnya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Pihaknya sendiri menegaskan bakal menolak tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas 15 tahun penjara yang dilayangkan kepada kliennya. Penolakan itu nantinya bakal dibacakan pada persidangan nota pembelaan yang rencananya digelar Rabu pekan depan.

"Kita di pengadilan untuk menegakkan keadilan dan bertanggungjawab bukan hanya kepada klien tapi kepada Tuhan. (Pembacaan nota pembelaan) minggu depan," tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Julianto Eka Putra menjalani sidang tuntutan oleh JPU. Persidangan berlangsung secara tertutup, sementara terdakwa Julianto berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I A Malang menjalani persidangan secara online sesuai Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 4 tahun 2020.

Di persidangan tersebut sendiri berlangsung kurang lebih empat jam sejak pukul 09.15 WIB hingga pukul 12.45 WIB, Julianto dituntut 15 tahun penjara. Selama persidangan sejumlah aparat kepolisian menjaga ketat kantor PN Malang.

Selain tuntutan penjara, pemilik sekolah SMA SPI Kota Batu ini juga dituntut membayar denda Rp 300 juta subsider kurungan 6 bulan penjara. Julianto juga dituntut membayar restitusi atau ganti rugi kepada korban sebesar Rp44.744.623.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini