Share

Teror Buaya Belum Usai, Kades Petar Dalam Imbau Warga untuk Tetap Waspada

Chandra Darmawan, MNC Portal · Rabu 27 Juli 2022 05:58 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 27 610 2636875 teror-buaya-belum-usai-kades-petar-dalam-imbau-warga-untuk-tetap-waspada-0TKjDSJyqm.jpg BUaya yang berhasil diamankan warga/ Foto: Chandra Darmawan

MUARA ENIM - Pemerintah Desa (Pemdes) Petar Dalam, kecamatan Sungai Rotan, kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, bersama dengan warga desa setempat dan dibantu Polisi Hutan (Polhut) kabupaten Muara Enim, berhasil menangkap salah satu buaya yang kerap berkeliaran diseputaran Sungai Lematang, pada 11 Juli yang lalu.

Meskipun berhasil menangkap Buaya yang kerap meresahkan warga dalam beberapa waktu terakhir tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat tetap menghimbau warganya untuk terus berhati-hati dan waspada, terlebih saat melakukan aktifitas di perairan.

 BACA JUGA:Jelang Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J, Kuasa Hukum: Proses Ini yang Harus Dilakukan

Hal itu lantaran diperkirakan, masih ada beberapa buaya lagi yang masih berkeliaran di seputaran sungai tersebut.

"Sudah kita serahkan ke Polhut Muara Enim, namun sampai saat ini kami masih terus melakukan upaya untuk melakukan penangkapan buaya yang masih belum tertangkap," terang Kepala Desa (Kades) Petar Dalam, Adi Sumarlin saat dijumpai wartawan pada Selasa (26/7/2022).

 BACA JUGA:Tak Mau Kalah dengan CFW, Surabaya Punya Tunjungan Fashion Week

"Kita perkirakan masih ada beberapa buaya yang masih berkeliaran, jadi kita himbau kepada warga untuk tetap waspada, bahkan jika tidak ada keperluan yang sangat penting sebaiknya untuk tidak mendekati area sungai terlebih dahulu," timpalnya.

Adi menambahkan, pihaknya bersama tim dari Polhut Muara Enim memperkirakan buaya yang berkeliaran tersebut ada kaitan dengan lepasnya 70 ekor buaya dari penangkaran di Tanjung Sari, kelurahan Sukomoro, kabupaten Banyuasin pada medio bulan April yang lalu.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

"Tapi ini baru sebatas perkiraan kita, karena belum ada data yang valid mengenai hal tersebut. Untuk itu perlu diadakan koordinasi dengan BKSDA Sumsel, agar perihal buaya yang kerap berkeliaran ini bisa segera teratasi dan aktifitas masyarakat di sungai bisa kembali normal." Pungkasnya.

 BACA JUGA:Sembilan Korban Odong-Odong yang Tertabrak Kereta Api Dimakamkan

Seperti diketahui, pada bulan April yang lalu sempat tersiar kabar bahwasanya ada sekitar 70 ekor buaya yang lepas dari penangkaran di Tanjung Sari, kabupaten Banyuasin, akibat hujan deras yang terjadi di wilayah tersebut hingga mengakibatkan penangkaran jebol.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini