Share

Polres Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Disertai Mutilasi di Semarang, Tersangka Peragakan 21 Adegan

Angga Rosa (Koran Sindo), Koran SI · Kamis 28 Juli 2022 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 512 2637859 polres-gelar-rekonstruksi-pembunuhan-disertai-mutilasi-di-semarang-tersangka-peragakan-21-adegan-5piYYeK4C4.jpg Polres Semarang saat menggelar rekonstruksi mutilasi di Semarang/ Foto: Angga Rosa

SEMARANG - Polres Semarang menggelar rekonstruksi perkara pembunuhan disertai mutilasi yang terjadi disalah satu rumah kos di Jalan Soekarno Hatta, Kebonan, Randugunting, Bergas, pada 17 Juli 2022 di lima lokasi, Kamis (28/7/2022).

Dalam rekonstruksi ini, Polres Semarang menghadirkan tersangka berinisial IS (32) warga Balapulang, Kabupaten Tegal.

 BACA JUGA:Barter Tahanan, AS Akan Tukar Terpidana Pedagang Senjata Rusia dengan Bintang Bola Basket

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Agil Widia Saputra menjelaskan, dalam rekonstruksi perkara ini, tersangka memperagakan 21 adegan. Adegan yang diperagakan mulai dari tersangka melakukan pembunuhan hingga tersangka kembali ke Kabupaten Tegal.

"Rekonstruksi dilaksnakan di lima lokasi. Yakni, tempat pembunuhan di rumah kos dan empat lokasi pembuangan potongan bagian tubuh korban," kata AKP Agil Widia Saputra.

 BACA JUGA:Kecelakaan Truk Container di Persimpangan Pondok Ungu, Lalu Lintas Macet hingga Kranji

Dia mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui secara pasti kronologi dan perbuatan tersangka yang telah membunuh dan memutilasi tubuh korban berinisial KN (24) sesuai dengan fakta, keterangan dan alat bukti. "Untuk sementara belum ditemukan fakta baru," ujarnya.

Terkait kondisi kejiwaan tersangka, Agil menyatakan, dalam kondisi sehat dan tidak ada tanda-tanda gangguan jiwa. "Saat dimintai keterangan, tersangka bisa menjawab dengan baik dan lugas. Saat melakukan pembunuhan tersangka juga dalam kondisi sadar," tandasnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Sebelumnya, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menyebutkan motif pembunuhan disertai mutilasi yang potongan bagian tubuh korban ditemukan di aliran Sungai Kretek, Kalongan, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, yakni pelaku berinisial IS (32) warga Balapulang, Kabupaten Tegal merasa sakit hati dengan lantaran tersinggung dengan perkataan korban berinisial KN (24).

"Pelaku tersinggung dengan perkataan korban yang menyebut pelaku tidak kunjung mendapatkan pekerjaan," kata Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat konferensi pers kasus tersebut di Mapolres Semarang, Selasa (26/7/2022).

 BACA JUGA:IPB University Seleksi Sebanyak 1.947 Calon Mahasiswa Baru Sekolah Pascasarjana

Kapolda menjelaskan, pelaku pernah mencabuli korban pada 2016 silam dan dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Pada Desember 2021 pelaku bebas dari Rutan Kabupaten Tegal.

"Pelaku ini adalah residivis kasus pencabulan dengan korban yang sama. Setelah bebas dari rutan dan masih memiliki rasa suka kepada korban," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini