Share

Jadi Korban Penculikan, Siswi SD Selamat Usai Lompat dari Motor

Angga Rosa AD, Koran SI · Kamis 28 Juli 2022 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 512 2637919 jadi-korban-penculikan-siswi-sd-selamat-usai-lompat-dari-motor-SIHem7jvRm.jpg Siswi SD berinisial N ini selamat dari penculikan usai lompat dari motor (Foto : MPI)

SALATIGA – Seorang siswa SDN di Salatiga berinisial N (11) selamat dari aksi penculikan yang dilakukan oleh seorang laki-laki tak dikenal pada Rabu 27 Juli 2022. Ia berhasil menyelamatkan diri setelah nekat lompat dari motor yang dikendarai pelaku saat dibawa ke daerah Polobugo, Getasan, Kabupaten Semarang.

Informasi yang dihimpun wartawan, Kamis (28/7/2022), aksi penculikan tersebut berawal ketika korban pulang sekolah pada Rabu sekitar pukul 12.10 WIB. Tiba-tiba korban didatangi oleh seorang laki-laki tak dikenal yang mengendarai sepeda motor dan mengajak ngobrol korban.

Dalam percakapan tersebut pelaku mengaku sebagai teman ayah korban. Kemudian pelaku menawarkan jasa kepada korban untuk mengantarkan pulang ke rumah di daerah Pengilon, Mangunsari, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Karena mengaku kenal dengan ayahnya, akhirnya korban menerima tawaran pelaku. Kemudian korban membonceng pelaku. Selanjutnya korban dibawa menuju wilayah Getasan Kabupaten Semarang.

Korban pun curiga dan merasa dirinya dalam bahaya. Ketika sampai di daerah Polobugo, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang korban nekat turun dari motor dan berlari ke tengah kebun warga untuk bersembunyi.

Di kebun tersebut, korban bertemu dengan warga dan meminta tolong. Mengetahui korban meminta tolong warga, pelaku langsung kabur. Selanjutnya, warga melapor ke pihak terkait. Kemudian korban diantar ke Polres Salatiga untuk melaporkan aksi penculikan tersebut.

Ayah korban, Yohanes mengatakan, dirinya baru mengetahui kakau anaknya menjadi korban penculikan setelah mendapat informasi dari Polres Salatiga. Menurutnya, saat itu dirinya juga menjemput N di sekolah. Namun anaknya ternyata sudah berada di sekolah.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

"Saya sampai di sekolah anak sekitar pukul 11.40 WIB. Setelah menunggu 20 menit ternyata anak saya tidak berada di sekolah. Lantas saya berusaha mencarinya di sekitar Tamansari dan bertanya kepada sejumlah sopir angkot apakah ada yang melihat anak saya," ujarnya.

Namun tidak ada sopir angkot yang mengetahuinya. Yohanes pun terus berupaya mencari anaknya di sekitar Tamansari. Kemudian sekitar pukul 14.00 WIB Yohanes mendapat telepon dari petugas Polres Salatiga dan menginformasikan bahwa anaknya sudah berada di Polres Salatiga dan diminta untuk menjemputnya.

"Saya langsung ke Polres Salatiga. Ternyata diajak oleh orang tak dikenal dan anak saya berhasil melarikan diri dari orang yang mengajaknya," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini