Share

Jaksa Limpahkan Berkas Perkara, Doni Salmanan Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Kamis 28 Juli 2022 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 28 525 2637983 jaksa-limpahkan-berkas-perkara-doni-salmanan-segera-duduk-di-kursi-pesakitan-Nlmb963PS0.jpg Doni Salmanan/ Foto: Antara

BANDUNG - Tersangka kasus dugaan penipuan lewat platform Quotex, Doni Salmanan segera duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung, Kabupaten Bandung.

Doni segera diseret ke PN Bale Bandung menyusul pelimpahan berkas perkara yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung ke PN Bale Bandung, Kamis (28/7/2022).

 BACA JUGA:Penahanan Doni Salmanan di Lapas Jelekong Diperpanjang

"Sudah (dilimpahkan), tinggal menunggu (jadwal persidangan), yang jelas sudah saya tanda tangani," ujar Kepala Kejari Kabupaten Bandung Sugeng Sumarno.

Menurut Sugeng, perkara Doni disidangkan di PN Bale Bandung karena lokasi tindak pidananya diduga berada di wilayah Kabupaten Bandung.

Lebih lanjut Sugeng mengatakan bahwa perkara Doni Salmanan bukan perkara yang sembarangan. Sehingga, pihaknya harus cermat dan teliti dalam menyusun dakwaan untuk Doni Salmanan.

 BACA JUGA:Pemerintah Minta Daerah Susun Kebijakan Berbasis Data untuk Tangani Masalah

"Supaya semuanya baik, tapi gak ada masalah, yang jelas sudah clear kita limpahkan," katanya.

Diketahui, Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penipuan menggunakan platform Quotex. Bareskrim Mabes Polri melimpahkan Doni Salmanan berikut barang buktinya kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Selasa (5/7/2022).

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Doni dijerat Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 ayat (1) tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta Pasal 3, Pasal 5, Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan/atau Pasal 378 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 BACA JUGA:Ini Alasan Napoleon Bilang ke M Kece Tutup Matamu dan Mulutmu saat Dilumuri Kotoran

Tersangka kasus tindak pidana penyebaran berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik dan tindak pidana pencucian uang dengan identitas itu menerima penghasilan hingga Rp40 miliar dari platform investasi ilegal yang telah diblokir pemerintah itu.

"Tersangka mendapat keuntungan sebagai affiliator sebesar Rp40 miliar atau sebesar Rp3 miliar per bulannya. Adapun jumlah kerugian para korban berdasarkan perhitungan ulang ahli akuntansi adalah Rp24.366.695.782 dari 142 orang korban yang melapor melalui posko pengaduan trading," papar Wakil Kepala Kejati Jabar, Didi Suhardi, Selasa (5/7/2022).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini