Share

Hirup Gas Beracun saat Perbaiki Mesin Kapal, ABK Tewas di Pelabuhan Tanjungwangi

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 29 Juli 2022 03:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 29 519 2638182 hirup-gas-beracun-saat-perbaiki-mesin-kapal-abk-tewas-di-pelabuhan-tanjungwangi-HdI80RG4xy.jpg ABK tewas menghirup gas beracun saat tengah perbaiki mesin kapal. (Ist)

BANYUWANGI - Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi geger karena seorang anak buah kapal (ABK) tewas. Sang ABK ini diduga menghirup gas beracun saat tengah memperbaiki mesin kapal.

Dari informasi yang dihimpun, kapal ikan bernama Kasih Setia 17 saat itu tengah lego jangkar di Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi, pada Kamis pagi (28/7/2022). Bertepatan dengan itu sang ABK bernama Nur Cholik (39) asal Pelutan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tengah memperbaiki mesin kapal yang mengalami masalah.

Nahas, saat memperbaiki mesin itulah, ia diduga menghirup gas beracun yang keluar dari mesin kapal yang membuatnya lemas. Nyawanya pun tak tertolong dan dinyatakan tewas di dalam kapal.

Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Mahsyur Ade membenarkan, adanya, insiden tersebut. Menurutnya, peristiwa ini terjadi pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban yang turun ke kamar mesin diduga ada kebocoran gas freon di dalam kamar mesin tersebut. Sehingga korban menghirup gas beracun dan akhirnya tidak sadarkan diri.

"Korban diketahui salah seorang ABK lain yang masuk ke dalam kamar mesin. Saat itu, korban yang merupakan Kepala Kamar Mesin ditemukan dalam keadaan tergeletak," kata Ade, pada Kamis (28/7/2022).

Saat itu, para ABK lain menghubungi Pos Polairud. Begitu mendapatkan laporan pihaknya langsung berkoordinasi dengan pihak terkait yaitu TNI AL, KSOP Tanjungwangi dan pihak Basarnas untuk melakukan evakuasi.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

"Setelah kita evakuasi dengan Basarnas, AL dan Syahbandar kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum untuk diperiksa penyebab kematiannya," ujarnya.

Informasi awal yang diterimanya, diduga kuat korban meninggal akibat keracunan gas. Karena di dalam kapal ada bau gas. Mengenai proses selanjutnya, Dia mengaku masih menunggu hasil dari pemeriksaan jenazah korban.

โ€œUntuk penyelidikan masih nunggu hasil dari Rumah Sakit. Belum olah TKP (tempat kejadian perkara) tapi kami sudah mendatangi TKP,โ€ tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini