Share

Hujan Angin Porak-porandakan Bandung, Ini Penjelasan BMKG

Arif Budianto, Koran SI · Jum'at 29 Juli 2022 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 29 525 2638669 hujan-angin-porak-porandakan-bandung-ini-penjelasan-bmkg-shoQ3oRtdw.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

BANDUNG - Kota Bandung, Jawa Barat diterjang hujan lebat disertai angin kencang pada siang menjelang sore hari, Jumat (29/7/2022). Hujan angin menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan beberapa pembatas jalan roboh, serta banjir Cileuncang.

Hujan di Bandung juga dikonfirmasi BMKG. Menurut Kepala BMKG Teguh Rahayu, telah terjadi hujan kategori sedang-lebat yang disertai dengan angin dan petir di wilayah Bandung Selatan, perbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung dan bergerak ke arah Barat menuju Kabupaten Bandung Barat.

"Hujan sudah berlangsung kurang lebih selama 40 menit. Penyebab utama terjadinya hujan ini adalah labilitas atmosfer. Atmosfer yang tidak stabil menyebabkan terjadinya pertumbuhan awan Cb secara lokal," kata dia, Jumat (29/7/2022).

 BACA JUGA:Bandung Diguyur Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Bertumbangan

Data Lifted Index menunjukan angka -2 hingga -4 di wilayah sekitar Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa atmosfer sekitar Kota Bandung pada saat siang tidak stabil, dan berpotensi untuk terjadi pertumbuhan awan konvektif seperti awan Cb. Selain itu, data K index juga menunjukkan nilai antara 33 hingga 35.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kondisi atmosfer di sekitar Kota Bandung juga dalam kondisi yang lembap dan berpotensi untuk tumbuhnya awan konvektif.

BACA JUGA:Sedia Payung! Hujan Diprakirakan Guyur Sebagian Wilayah Indonesia Hari Ini 

Selain itu, data prakiraan udara atas di sekitar wilayah Bandung Raya menunjukkan nilai CAPE (MU) menunjukkan angka 1201 j/kg, hal ini menunjukan bahwa udara atas di sekitar tropopause juga tidak stabil. Hal ini diperkuat dengan nilai CIN yang mencapai -10 j/kg. Yang memperkuat bahwa pergerakan parsel udara di sekitar Bandung adalah ke atas, sehingga pertumbuhan awan Cb yang sifatnya sangat lokal dimungkinkan terjadi.

"Masyarakat diminta tetap menjaga kewaspadaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti hujan disertai angin, banjir genangan, dan angin kencang. Hal ini karena musim kemarau tahun ini bersifat basah, atau kemarau dengan curah hujan 40%-100% di atas normalnya, " kata dia.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

(Ari)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini