Share

Humor Gus Dur: Kisah Aktivis Dibuntuti Intel dan Peluru Habis

Tim Okezone, Okezone · Minggu 31 Juli 2022 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 30 340 2639134 humor-gus-dur-kisah-aktivis-dibuntuti-intel-dan-peluru-habis-LMWuypjsvg.jpg Gus Dur (Foto: istimewa)

JAKARTA – Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, merupakan Kepala Negara yang dikenal dengan humornya yang lucu dan seorang yang memiliki pengetahuan luas.

Menyadur buku Mati Tertawa Bareng Gus Dur, salah satu humor yang dia cetuskan yakni mengenai kisah negara Rusia pasca pecahnya Uni Soviet.

Ini cerita Gus Dur tentang situasi Rusia, tidak lama setelah bubarnya Uni Soviet. Sosialisme hancur, dan para birokrat tidak punya pengalaman mengelola sistem ekonomi pasar bebas.

Di masa sosialisme, memang rakyat sering antre untuk mendapatkan macam-macam kebutuhan pokok, tapi manajemennya rapi, sehingga semua orang kebagian jatah. Sekarang, masyarakat tetap harus antre, tapi karena manajemennya jelek, antrean umumnya sangat panjang, dan banyak orang yang tidak kebagian jatah.

Begitulah, seorang aktivis sosial berkeliling kota Moskow untuk mengamati bagaimana sistem baru itu bekerja. Di sebuah antrean roti, setelah melihat banyaknya orang yang tidak kebagian, aktivis itu menulis di buku catatannya, “roti habis.”

Baca juga: Humor Gus Dur: Sebelum Tahu Demonstran, Harus Tahu Siapa yang Membayari

Lalu dia pergi ke antrean bahan bakar. Lebih banyak lagi yang tak kebagian. Dan dia mencatat “bahan bakar habis!” Kemudian dia menuju ke antrean sabun. Wah pemerintah kapitalis baru ini betul-betul brengsek, banyak sekali masyarakat yang tidak mendapat jatah sabun. Dia menulis besar-besar “SABUN HABIS!”

Baca juga: Humor Gus Dur: Cara Mengukur Kesehatan, Keliling Dunia Tidak Mati

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Tanpa dia sadari, dia diikuti oleh seorang intel KGB. Ketika dia akan meninggalkan antrean sabun itu, si intel menegur “Hey bung! dari tadi kamu sibuk mencatat-catat terus, apa sih yang kamu catat?”

Sang aktivis menceritakan bahwa dia sedang melakukan penelitian tentang kemampuan pemerintah dalam mendistribusikan barang bagi rakyat.

“Untung kamu ya, sekarang sudah jaman reformasi,” ujar sang intel, “Kalau dulu, kamu sudah ditembak.”

Sambil melangkah pergi, aktivis itu mencatat, peluru juga habis!

Baca juga: Humor Gus Dur: Pamer Tanah Abang di Depan Presiden AS dan Prancis

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini