Share

Orangtua Bayi yang Dipaksa Melahirkan Normal Sayangkan Tindakan RSUD Jombang

Avirista Midaada, Okezone · Senin 01 Agustus 2022 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 01 519 2640088 orangtua-bayi-yang-dipaksa-melahirkan-normal-sayangkan-tindakan-rsud-jombang-78qr6k97QX.jpg RSUD Jombang (Foto: MNC Portal)

JOMBANG - Yopi Widianto (26) ayah dari bayi yang diduga mengalami malpraktik saat istrinya akan melahirkan menyayangkan sikap dari pihak RSUD Jombang. Menurutnya, kondisi istrinya Rohma Roudotul Jannah (29) saat hendak melahirkan memang divonis tak bisa normal dan harus menjalani operasi sesar.

"Nggak bisa (persalinan normal), punya gula darah, darah tinggi, dipaksa lahiran normal," kata Yopi kepada wartawan pada Senin (1/8/2022).

Ia menyayangkan penanganan pertama yang dilakukan oleh pihak RSUD Jombang yang dinilai terlalu lama memberikan tindakan medis.

Padahal sebelumnya istrinya sempat menjalani rawat inap pada 13 Juli 2022 sebelum akhirnya diperbolehkan pulang. Saat itu menurutnya, pihak tim medis sudah mendiagnosa istirnya harus melahirkan dengan operasi sesar.

Baca juga: Malpraktik Kepala Bayi Terpotong di RSUD Jombang, Orangtua: Kenapa Tidak Disesar?

"Tanggal 13 sebelum hari H tanggal 13 sempat dirawat di sini, dan disarankan buat sesar juga, dikasih obat penguat paru, tapi disuruh pulang. Soalnya masih belum bukaan semua, masih buka satu disuruh pulang, selang dua minggu kemudian baru hari Kamis itu kejadian," ucap pria warga Desa Sompok, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang ini.

Baca juga: Kepala Bayinya Dipotong, Orangtua Desak RSUD Jombang Tanggung Jawab

Bahkan rujukan dari Puskesmas Sumobito ketika istirnya merasakan pembukaan akan melahirkan pada Kamis 28 Juli 2022 pun juga tertulis rekomendasi untuk operasi sesar. "Kata istri saya gitu (Puskesmas Sumobito merujuk ke RSUD Jombang untuk dioperasi sesar). Karena istri mengidap gula darah dan darah tinggi, bayinya juga gemuk," ujarnya.

Menurutnya, jika operasi sesar dilakukan ada kemungkinan bayinya bisa selamat. Bila pun bayinya tidak selamat, tidak perlu dilakukan proses pemisahan anggota tubuh sebagaimana tindakan medis yang dilakukan kepada bayinya.

"Kalau umpama disesar, meskipun nggak selamat ibaratnya tapi kita ikhlas, setidaknya nggak ada proses itu," ujarnya.

Dirinya pun menuntut permintaan maaf terbuka dan pertanggungjawaban dari pihak RSUD Jombang. Pasalnya permintaan maaf baru disampaikan ke istrinya, tapi belum menjelaskan kejadian dan permintaan maaf kepada pihak keluarga.

"Tanggungjawabnya dimana, meskipun tidak merubah apa-apa, kejadian tapi tanggung jawabnya mana. Sama saya belum, kemarin sama istri saya sudah yang ikhlas minta maaf, cuma itu. Sama saya belum bicara, belum bicara sama saya gitu," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, pasien ibu hamil di RSUD Jombang yang sempat divonis tak bisa melahirkan secara normal pada Kamis (28/7/2022), diduga dipaksa menjalani lahiran normal. Bayi yang dikandung pun tersendat saat akan melahirkan normal hingga akhirnya pihak medis melakukan tindakan medis karena bayi sudah meninggal dunia.

Baca juga: Kronologi Pasien RSUD Jombang Alami Dugaan Malpraktik dengan Pemotongan Kepala Bayi

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini