Share

Polisi Bongkar Kasus Pembunuhan Sopir Taksi Online Terlilit Lakban di Indramayu

Agung Bakti Sarasa, Koran Sindo · Selasa 02 Agustus 2022 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 02 525 2640900 polisi-bongkar-kasus-pembunuhan-sopir-taksi-online-terlilit-lakban-di-indramayu-3dL8suiPlG.jpg Polisi berhasil membongkar kasus pembunuhan mayat korban yang ditemukan di Indramayu dalam kondisi terlilit lakban/Polda Jabar

INDRAMAYU - Polisi membongkar kasus pembunuhan sopir taksi online yang jasadnya ditemukan di Kali Panaran, Jalan Soekarno Hatta, Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.

Korban bernama Widodo (53) itu dibunuh dan jasadnya dibuang di Kali Panaran dengan kondisi terlilit lakban. Korban tercatat sebagai warga Perum Central Park Cikarang Blok B-4, Nomor 30 RT 055 RW 022, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, terbongkarnya kasus pembunuhan tersebut menyusul keberhasilan pihaknya menangkap dua pelaku pembunuhan sadis itu. Keduanya nekat menghabisi korban karena ingin menguasai mobil korban.

"Kami mengapresiasi keberhasilan pengungkapan kasus dengan cepat oleh Polres Indramayu Polda Jabar yang telah membekuk dua pelaku pembunuhan pria dengan jenazah dililit lakban," kata Ibrahim, Selasa (2/8/2022).

Sementara itu, Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif mengungkapkan bahwa kedua pelaku yang ditangkap masing-masing berinisial ASW (34) dan SLS (40).

"ASW alias AWI warga Kecamatan Simpor, Kabupaten Kebumen. Ditangkap di Tanjung Priok," sebutnya.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Adapun SLS alias SSN tercatat sebagai warga Lumajang, Jawa Timur. Dia ditangkap setelah melarikan diri ke Lumajang, Jawa Timur pada 30 Juli 2022 lalu.

Terkait motif pembunuhan, Lukman mengatakan bahwa ASW dan SLS nekat membunuh korban karena ingin menguasai mobil milik korban.

"Kedua pelaku tersebut membutuhkan uang untuk melunasi utangnya," katanya.

Lebih lanjut Lukman mengatakan, kedua pelaku menghabisi korban di dalam mobil korban dengan cara mencekik leher korban dari belakang menggunakan tali (pintalan lakban coklat) sambil memukuli korban.

"Kemudian, ASW alias AWI langsung menarik tuas jok agar sandaran jok turun, lalu memegang kedua kaki korban, hingga korban lemas," ungkapnya.

Setelah korban lemas, pelaku SLS melepaskan jeratan tali lalu membekap leher korban dengan tangan kanannya kemudian menariknya ke baris kursi belakang dan melakban wajah serta kepala korban menggunakan lakban coklat.

"Pelaku juga mengikat kedua pergelangan tangan korban dengan menggunakan lakban coklat," tambah Lukman.

Menurut Lukman, peristiwa pembunuhan itu sendiri terjadi di wilayah Cikarang, Bekasi. Kedua pelaku kemudian membuang jasad korban di Kali Panaran, Indramayu.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain lilitan lakban, pakaian korban, sabuk pinggang milik korban, jam tangan milik korban, tasbih milik korban, dan uang sebesar Rp44.000 milik korban.

"Selain itu, HP Realme milik korban, pakaian yang digunakan pelaku, satu buah handphone merk Samsung (digunakan pelaku untuk menghubungi korban), satu buah topi serta satu tas ransel hitam merek G," paparnya.

Kedua pelaku dikenakan Pasal 340 KUHP dan Pasal 338 KUHP serta Pasal 365 ayat (2) ke 3 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini