Share

Lubang Besar Sedalam 25 Meter Ditemukan di Dekat Pertambangan Tembaga, Polisi Lakukan Penyelidikan

Susi Susanti, Okezone · Rabu 03 Agustus 2022 08:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 18 2641034 lubang-besar-sedalam-25-meter-ditemukan-di-dekat-pertambangan-tembaga-polisi-lakukan-penyelidikan-OA2SIf0YPo.jpg Lubang besar ditemukan di pertambangan tembaga di Chile (Foto: Reuters)

CHILI - Pihak berwenang Chili sedang menyelidiki lubang pembuangan dengan diameter sekitar 25 meter yang muncul selama akhir pekan di area pertambangan.

Media Chili menunjukkan gambar udara dari lubang di tanah yang ditambang oleh Lundin Mining, sebuah perusahaan Kanada, sekitar 665km utara ibukota, Santiago.

Direktur perusahaan David Montenegro mengatakan Dinas Geologi dan Pertambangan Nasional, Sernageomin, mengetahui adanya lubang pembuangan pada Sabtu (30/7/2022) dan telah mengirim personel spesialis ke daerah tersebut.

"Ada jarak yang cukup jauh, sekitar 200 meter (656 kaki), ke bawah," terangnya.

Baca jjuga: Lubang Raksasa 'Telan' Mobil yang Diparkir di RS Yerusalem

“Kami belum mendeteksi material apa pun di sana, tetapi kami telah melihat keberadaan banyak air,” lanjutnya.

Baca juga: Lubang Besar Menganga di Bawah Kolam Renang, Seorang Pria Meninggal Terseret Air

Sernageomin melaporkan penutupan area dari pintu masuk ke lokasi kerja tambang Alcaparrosa, yang terletak di dekat lubang pembuangan.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Dalam sebuah pernyataan pada Senin sore (1/8/2022), Lundin Mining mengatakan lubang pembuangan itu tidak mempengaruhi pekerja atau anggota masyarakat dan telah “tetap stabil” sejak pertama kali terdeteksi.

“Setelah terdeteksi, daerah itu segera diisolasi dan otoritas pengatur terkait memberi tahu. Tidak ada dampak terhadap personel, peralatan, atau infrastruktur,” bunyi pernyataan itu.

Lundin Mining mengatakan analisis teknis sedang dilakukan untuk menentukan penyebab peristiwa tersebut.

“Rumah terdekat berjarak lebih dari 600m (1.969 kaki) sementara area berpenduduk atau layanan publik hampir satu kilometer jauhnya dari zona yang terkena dampak,” terang pernyataan itu.

Lundin Mining memiliki 80% dari properti dan sisanya dipegang oleh Sumitomo Corporation Jepang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini