Share

84 Orang Ditangkap Setelah Insiden Rudapaksa Ramai-Ramai 8 Wanita

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 03 Agustus 2022 15:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 18 2641343 84-orang-ditangkap-setelah-insiden-rudapaksa-ramai-ramai-8-wanita-HbDcgSORbB.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

JOHANNESBURG – Pihak berwenang menangkap lebih dari 80 orang menyusul rudapaksa berkelompok terhadap delapan wanita di Afrika Selatan. Para tersangka yang ditangkap muncul di hadapan pengadilan pada Senin (1/8/2022) sementara menteri kepolisian Afrika Selatan menggambarkan insiden rudapaksa itu sebagai “aib bangsa”.

BACA JUGA: 3 Pria Dituduh Rudapaksa Beramai-ramai Terhadap Wanita di Kereta Api yang Sedang Melaju, Picu Kemarahan

Sekelompok pria bersenjata memaksa masuk ke dalam syuting video musik di dekat tempat pembuangan tambang di Krugersdorp, sebuah kota kecil di barat Johannesburg, pada Kamis (28/7/2022).

Delapan wanita muda dari para pemeran video musik itu dirudapaksa dalam sebuah insiden yang mengejutkan negara, yang memiliki salah satu tingkat kejahatan tertinggi di dunia.

"Apa yang terjadi di Krugersdorp hanya mempermalukan bangsa," kata Menteri Kepolisian Bheki Cele dalam pengarahan pers pada Senin, sebagaimana dilansir AFP.

BACA JUGA: Tak Habis Pikir, Pria Ini Rudapaksa ABG Padahal Istrinya Baru Sehari Meninggal Dunia

Cele menambahkan beberapa korban akan menderita konsekuensi jangka panjang.

“Beberapa dari kehancuran itu permanen dengan anak-anak itu.”

Menurut keterangan polisi, geng bersenjata itu menyerang kru dan pemain saat mereka menurunkan peralatan dan mempersiapkan set.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Polisi menyalahkan imigran ilegal yang bekerja di tambang, yang dikenal secara lokal sebagai Zama Zama, dan menangkap 84 orang selama penggerebekan di daerah tersebut. Dua tersangka lagi tewas dalam baku tembak dengan polisi dan yang ketiga terluka dan dibawa ke rumah sakit setempat.

Pada Senin, mereka yang ditahan mulai muncul di pengadilan dengan tuduhan memasuki negara itu secara ilegal dan memiliki barang curian.

Kepala Polisi Nasional Fannie Masemola mengatakan penyelidikan akan dilakukan jika para tersangka terkait dengan pemerkosaan. Belum ada seorang pun yang didakwa atas serangan seksual tersebut.

Sekelompok kecil demonstran berkumpul di luar pengadilan menuntut keadilan yang cepat.

Insiden tersebut telah memicu perdebatan yang sedang berlangsung tentang apakah akan memperkenalkan kebiri kimia untuk pemerkosa.

Ini juga telah menambah tekanan pada Cele, dengan para kritikus berpendapat bahwa lembaga penegak hukum tidak siap untuk mengatasi kejahatan di negara itu, yang memiliki beberapa tingkat pembunuhan tertinggi di dunia dan baru-baru ini dilanda serentetan penembakan mematikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini