Share

Duel Maut di Sekolah, 1 Siswa SMP Tewas Ditusuk

Azhari Sultan, Okezone · Rabu 03 Agustus 2022 20:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 03 340 2641570 duel-maut-di-sekolah-1-siswa-smp-tewas-ditusuk-0obgyPtrIH.jpeg Illustrasi (foto: freepick)

MERANGIN - Duel maut terjadi di area sekolahan. Seorang siswa SMPN 20 Satu Atap, Sungai Tebal, Desa Tuo, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Jambi tewas setelah ditusuk kakak kelasnya, Rabu (3/8/2022).

Dari informasi yang didapat, masih belum diketahui pasti kronologis kejadian tersebut. Namun, korban bernama Irfan Rivai (13), siswa kelas II SMP itu diketahui meninggal dunia setelah dibawa ke Rumah Sakit Kolonel Abunjani, Bangko.

 BACA JUGA:Satu Pelaku Penusukan Dua Mahasiswa hingga Meninggal Ditangkap Polisi

Salah seorang guru ekstra kurikuler, Yuda Pitrade yang ikut mengantar korban ke rumah sakit menerangkan jika pelaku tersebut berinisal Jy yang berusia sekitar 14 tahun.

"Tadi sudah diamankan pihak kepolisian dari Polsek Masurai. Pelaku ini saya belum kenal betul, karena baru tiga hari pindah ke sekolah ini," ungkapnya.

 BACA JUGA:Polisi Kejar Pelaku Penusukan Dua Mahasiswa ISI Yogyakarta

Menurutnya, sebelumnya pelaku ini diketahui pindahan dari Bengkulu. "Tadi korban sempat kita bawa dulu ke klinik Sungai Tebal," katanya.

Dirinya mengaku masih belum mengetahui kejadian tersebut. "Kejadian seperti apa, saya masih tidak tahu. Waktu kejadian saya masih pulang ke rumah, setelah kembali ke kantor, saya lihat murid sudah panik," tuturnya.

"Ada yang bilang, ada yang ditusuk. Habis itu, langsung saya bawa pakai motor ke klinik," tuturnya.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Terpisah, Kepala Klinik Sungai Tebal, Bidan Maryani mengaku, kondisi awal saat dibawa ke klinik korban terlihat kondisinya masih baik.

Ini setelah, dirinya melihat saat korban menuju ke klinik dari motor masih bisa jalan sendiri. Bahkan, saat mau diantar ke Rumah Sakit Bangko, korban juga masih jalan kaki menuju mobil ambulans klinik.

"Saat dalam perjalanan, saya lihat kondisinya menurun, karena terlihat beberapa kali dia bilang ke ibunya kalau tidak sampai dia minta maaf ke orang tuanya," imbuh Maryani.

Namun, nyawanya tidak bisa tertolong lagi, beberapa saat setelah mendapatkan perawatan di RSUD Kolonel Abunjani Bangko.

"Kalau darah tidak terlalu banyak keluar. Tapi, tadi saya tanya dokter yang menangani, kata mereka pembuluh darahnya pecah kedalam. Jadi darahnya masuk ke dalam tubuh," katanya.

Sementara, Ketua Lembaga Adat Desa Sungai Tebal, Yurani mengatakan, jika kejadian tersebut terjadi dalam lingkungan sekolah korban.

"Yang kami tahu anaknya baik, kalau ada masalah saya rasa dak mungkin. Karena dia murid yang pintar. Jugo dak pernah neko-neko almarhum itu," tandasnya.

Kalau kejadian disebabkan apa, dia belum tahu pasti, soalnya kejadianya dalam lingkungan sekolah.

Dirinya juga sangat menyayangkan terjadi penusukan tersebut. Dia menilai adanya kelalaian yang dilakukan guru dan pihak sekolah.

"Seharusnya guru harus tau kalau ada murid yang membawa senjata tajam. Belum sempat penanganan korban sudah meninggal sekitar pukul 14.00 wib tadi," sebutnya Yurani yang juga tetangga korban.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini