Share

AS Akan Jual 300 Rudal Patriot ke Arab Saudi Seharga Rp45 Triliun, Isi Stok Senjata yang Kosong

Susi Susanti, Okezone · Kamis 04 Agustus 2022 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 18 2642019 as-akan-jual-300-rudal-patriot-ke-arab-saudi-seharga-rp45-triliun-isi-stok-senjata-yang-kosong-u0lmmX6vhq.jpg Rudal Patriot (Foto: U.S. Army)

WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menyatakan potensi penjualan 300 rudal Patriot dan peralatan terkait ke Arab Saudi untuk meningkatkan pertahanannya dengan perkiraan biaya USD3,05 miliar (Rp45 triliun).

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan pada Selasa (2/8/2022) mengatakan kerajaan Arab Saudi ingin membeli 300 rudal MIM-104E buatan Raytheon Technologies. Kesepakatan itu juga dapat mencakup pengadaan semua peralatan terkait yang diperlukan serta dokumentasi teknis, dan suku cadang dan perbaikan.

Menurut Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan, penjualan itu dimaksudkan untuk mengisi kembali stok rudal Patriot Saudi yang semakin berkurang, sambil membantu kerajaan untuk menopang potensinya “untuk memenuhi ancaman saat ini dan di masa depan.” Yang terakhir, khususnya, dikatakan termasuk pemberontak Houthi dari Yaman yang serangannya dapat membahayakan kesejahteraan penduduk setempat.

 Baca juga: AS Setujui Penjualan Sistem Rudal Senilai Rp1,4 Triliun untuk Taiwan

Dikutip RT, badan tersebut juga mencatat bahwa Saudi akan dapat mengintegrasikan Patriot ke dalam angkatan bersenjatanya tanpa masalah, dengan alasan bahwa kesepakatan yang diusulkan tidak akan mengubah keseimbangan militer di wilayah tersebut.

Baca juga:  AS Jual Lebih Banyak Pesawat Perang ke Eropa Senilai Rp24 Triliun, 8 Jet Tempur hingga Rudal

Washington percaya bahwa kesepakatan ini “akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat” karena dapat meningkatkan keamanan “negara mitra” di kawasan Teluk.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Pengumuman itu muncul setelah Presiden AS Joe Biden mengunjungi negara Timur Tengah itu bulan lalu untuk membahas berbagai topik, termasuk, khususnya, keamanan energi. Biden juga mengatakan dia telah mengkonfrontasi putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman atas pembunuhan kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi.

Kontroversi terakhir ini telah merusak hubungan AS-Saudi untuk waktu yang lama, dengan kandidat presiden saat itu Biden bersumpah pada 2019 untuk menjadikan kerajaan itu sebagai negara "pariah". Tahun lalu, Biden juga melarang penjualan senjata ofensif ke Saudi.

Namun, menurut laporan Reuters bulan lalu, pemerintah AS telah mempertimbangkan kemungkinan pencabutan pembatasan ini. Namun, keputusan apa pun tentang masalah ini bergantung pada apakah Riyadh mengambil langkah untuk mengakhiri perang di Yaman.

Pengumuman itu muncul ketika Departemen Luar Negeri AS juga menyetujui kemungkinan kesepakatan senjata dengan negara Timur Tengah lainnya, Uni Emirat Arab. Dalam hal ini, Washington dapat menjual rudal sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) 96 UEA, dengan nilai USD2,2 miliar (Rp33 triliun). Kesepakatan itu juga dimaksudkan untuk membantu Abu Dhabi mengusir kemungkinan ancaman rudal balistik di wilayah tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini