Share

Ukraina Akan Tarik Pasukan Penjaga Perdamaiannya dari Kosovo

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 04 Agustus 2022 15:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 18 2642041 ukraina-akan-tarik-pasukan-penjaga-perdamaiannya-dari-kosovo-lWqGZ9cqWF.jpg Foto: Reuters.

PRISTINA - Ukraina akan memulai penarikan pasukan penjaga perdamaiannya dari misi pimpinan NATO di Kosovo, menurut laporan media Ukraina pada Rabu (3/8/2022), mengutip sumber dari komando militer Ukraina.

Ukraina saat ini mempertahankan kontingen 40 penjaga perdamaian di Kosovo sebagai bagian dari misi KFOR pimpinan NATO yang berkekuatan 3.800 orang. Tetapi pada Maret Presiden Volodymyr Zelensky mengeluarkan dekrit yang memerintahkan semua misi untuk pulang guna membantu perang dengan Rusia.

"Kembalinya kontingen nasional (Ukraina) akan berarti penghentian sementara partisipasinya dalam misi KFOR," demikian dilaporkan RBK-Ukraina mengutip perintah militer Ukraina.

Dikatakan juga bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Kosovo sejalan dengan dekrit Zelensky pada 7 Maret yang memerintahkan misi untuk pulang setelah invasi Rusia pada 24 Februari.

Seorang pejabat NATO mengkonfirmasi laporan yang mengatakan bahwa penarikan itu tidak akan mempengaruhi misi penjaga perdamaiannya.

“Ukraina telah menjadi kontributor berharga bagi misi penjaga perdamaian kami. ... Kami menyambut baik kontribusi lama negara ini terhadap upaya kami sehari-hari dalam mendukung semua komunitas yang tinggal di Kosovo,” kata pejabat itu sebagaimana dilansir Reuters.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Misi penjaga perdamaian NATO dikerahkan ke Kosovo pada 1999 setelah kampanye pengeboman 78 hari aliansi itu memaksa pasukan Serbia untuk mengakhiri tindakan keras mereka terhadap orang Albania di Kosovo yang sekarang merdeka, yang sebelumnya merupakan provinsi selatan Serbia.

Kosovo mendeklarasikan kemerdekaan dari Serbia pada 2008, dan diakui oleh lebih dari 100 negara, tetapi tidak oleh negara lain, termasuk Ukraina, lima negara anggota Uni Eropa, Rusia dan China.

Pemerintah di Beograd, yang tetap menentang kemerdekaan Kosovo, mengakui Ukraina secara keseluruhan dan telah tiga kali mengutuk invasi Rusia di PBB.

Tetapi Serbia, yang hampir sepenuhnya bergantung pada gas Rusia, juga menolak untuk bergabung dengan sanksi terhadap Moskow.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini