Share

Taliban Selidiki Klaim AS Tentang Kematian Pimpinan Al Qaeda di Kabul

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 04 Agustus 2022 16:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 04 18 2642093 taliban-selidiki-klaim-as-tentang-kematian-pimpinan-al-qaeda-di-kabul-JiHWo5v6eM.jpg Polisi Taliban berpatroli di jalanan menyusul pembunuhan Pemimpin Al Qaeda, Kabul, Afghanistan, 2 Agustus 2022. (Foto: Reuters)

ISLAMABAD - Taliban sedang menyelidiki "klaim" Amerika Serikat (AS) bahwa pemimpin Al Qaeda Ayman al-Zawahiri tewas dalam serangan pesawat nirawak (drone) di Kabul, kata seorang pejabat Taliban pada Kamis (4/8/2022). Pernyataan Taliban ini mengindikasikan bahwa pemimpin kelompok itu tidak mengetahui kehadiran Zawahiri di Kabul.

Amerika Serikat membunuh Zawahiri dengan rudal yang ditembakkan dari drone ketika dia berdiri di balkon di tempat persembunyiannya di Kabul pada Minggu (31/7/2022), kata para pejabat AS. Tewasnya Zawahiri dilihat sebagai pukulan terbesar bagi Al Qaeda sejak pemimpin sebelumnya, Osama bin Laden ditembak mati lebih dari satu dekade.

"Pemerintah dan kepemimpinan tidak mengetahui apa yang diklaim, atau jejak apa pun di sana," kata Suhail Shaheen, perwakilan Taliban yang ditunjuk untuk PBB, kepada wartawan dalam sebuah pesan.

"Investigasi sedang berlangsung sekarang untuk mengetahui kebenaran klaim tersebut," katanya sebagaimana dilansir Reuters. Shaheen menambahkan bahwa hasil investigasi akan dibagikan kepada publik.

Para pemimpin Taliban sebagian besar tetap bungkam tentang serangan pesawat nirberawak pada Minggu dan belum mengkonfirmasi keberadaan atau kematian Zawahiri di Kabul. Mereka telah mengadakan diskusi panjang tentang bagaimana menanggapi serangan pesawat nirawak AS, kata tiga sumber dalam kelompok itu.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Bagaimana reaksi Taliban dapat memiliki dampak yang signifikan ketika kelompok itu mencari legitimasi internasional dan akses ke miliaran dolar ke dana Afghanistan yang dibekukan, menyusul pengambilalihan kekuasaan dari pemerintah yang didukung AS setahun yang lalu.

Zawahiri, seorang dokter Mesir, terlibat erat dalam serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat dan merupakan salah satu orang yang paling dicari di dunia.

Kematiannya di Kabul menimbulkan pertanyaan tentang apakah ia menerima perlindungan dari Taliban, yang telah meyakinkan Amerika Serikat sebagai bagian dari perjanjian 2020 tentang penarikan pasukan pimpinan AS bahwa mereka tidak akan menampung kelompok-kelompok militan lainnya.

Shaheen mengatakan Imarah Islam Afghanistan - nama yang digunakan Taliban untuk negara dan pemerintah mereka - berkomitmen pada perjanjian yang ditandatangani di ibukota Qatar, Doha.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan Taliban telah "sangat melanggar" perjanjian dengan menampung dan melindungi Zawahiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini