Share

China Tembakkan Rudal ke Taiwan, Nelayan: Rakyat Kecil yang Selalu Menderita jika Politisi Berkelahi

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 05 Agustus 2022 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 18 2642503 china-tembakkan-rudal-ke-taiwan-nelayan-rakyat-kecil-yang-selalu-menderita-jika-politisi-berkelahi-dXPC4jzxT9.jpg China tembakkan rudal ke Taiwan usai kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi (Foto: Reuters)

TAIPEI – Latihan militer besar-besaran yang digelar China tak hanya membuat ketegangan semakin meningkat, tapi juga dianggap menyusahkan kehidupan rakyat kecil di Taiwan. Salah satunya adalah kehidupan para nelayan yang terdampak akibat operasional pelabuhan terganggu karena serangan rudal balistik China.

China dilaporkan menembakkan 11 rudal balistik ke perairan di sekitar pantai timur laut dan barat daya Taiwan. Ini dilakukan usai kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan.

Peluncuran rudal China ini menyebabkan gangguan pada jalur pelayaran dan penerbangan ke dan dari Taiwan.

Baca juga: Ketegangan Meningkat, AS Kerahkan Kapal Induk Ronald Reagan dan Pesawat Militer yang Bisa Lacak Rudal Balistik ke Taiwan

Kapal telah dipaksa untuk mengubah rute, dengan gangguan selama berhari-hari diperkirakan akan berdampak pada rantai pasokan dengan penundaan pengiriman global.

Di pelabuhan perikanan Bi Sha Yu, para nelayan yang duduk di tepi pelabuhan sedang memperbaiki jaring mereka dan marah aibat ketegangan itu.

Baca juga: China Tembakkan Rudal ke Taiwan, 50 Penerbangan Internasional Dibatalkan

"Selalu kami rakyat kecil yang menderita ketika para politisi berkelahi," kata seorang kapten, dikutip BBC.

 "Tapi apa yang bisa kita lakukan, terlalu berbahaya untuk pergi ke sana sekarang,” lanjutnya.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

"Saya keluar pagi ini, tapi kemudian penjaga pantai datang melalui radio dan menyuruh kami semua untuk segera kembali ke pelabuhan," ujar seorang warga lainnya.

Kebanyakan orang yang berbicara dengan BBC tidak percaya China akan menyerang Taiwan. "Mereka sekelompok gangster," kata seorang pria yang sedang memancing di dermaga.

"Orang-orang komunis itu berbicara besar, tetapi mereka tidak akan melakukan apa-apa. Kami telah hidup dengan ancaman mereka selama 70 tahun,” terangnya.

Diketahui, China telah mengumumkan akan menggelar latihan militer selama tiga hari berturut-turut mulai Kamis (4/8/2022) hingga Minggu (7/8/2022) dengan tembakan langsung di sisi utara, timur laut, barat laut, timur, selatan, dan barat daya di 6 wilayah perairan dan wilayah udara Taiwan.

Latihan militer ini telah memblokade laut dan udara Taiwan, mempengaruhi operasional 17 jalur pelayaran internasional dan 7 pelabuhan internasional dari Taiwan. Beberapa latihan telah menginvasi perairan teritorial, wilayah berdekatan dan wilayah udara Taiwan.

“Aksi ini adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional, membahayakan perdamaian dan stabilitas kawasan dan selat Taiwan, serta melanggar hak dan kepentingan dari pesawat terbang dan kapal laut dari berbagai negara yang akan melintas di kawasan tersebut,” terang Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) John Chen melalui siaran pers yang dikirim ke Okezone.

Lebih dari 50 penerbangan internasional dari Bandara Internasional Taoyuan Taiwan juga telah dibatalkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini