Share

Kondisi WNI di Taiwan Aman Setelah Kunjungan Ketua DPR AS

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 05 Agustus 2022 16:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 18 2642750 kondisi-wni-di-taiwan-aman-setelah-kunjungan-ketua-dpr-as-4PagHMLzhP.jpeg Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemlu RI, Judha Nugraha. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) memastikan sekira 300 ribu WNI di Taiwan aman, menyusul kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke pulau itu yang memicu kemarahan China.

“Saat ini kondisi WNI di Taiwan masih tetap tenang dan aman. Insya Allah, tidak ada eskalasi lebih lanjut,” kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha dalam konferensi pers secara daring, Jumat (5/8/2022).

Meskipun demikian, kata Judha, Kemlu terus bekerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei guna memonitor situasi keamanan di wilayah Taiwan.

“KDEI, sebagaimana perwakilan RI lainnya, telah membangun rencana kontingensi untuk mengantisipasi jika terjadi eskalasi konflik,” tambahnya sebagaimana dilansir dari ANTARA.

Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah menjelaskan bahwa Indonesia telah mengantisipasi kunjungan Pelosi sebagai hal yang akan menciptakan kondisi tidak kondusif dan berpotensi menimbulkan ketegangan.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Indonesia juga menyampaikan kekhawatiran tentang meningkatnya rivalitas di antara kekuatan besar dunia, justru di saat negara-negara sedang menata kembali ekonomi mereka yang terdampak pandemi Covid-19.

“Kita tentunya menyayangkan apa yang terjadi saat sekarang dalam konteks yang terjadi saat eskalasi, kita mencatat rencana latihan yang telah dikeluarkan China, mudah-mudahan tidak mengarah ke eskalasi... menghindari ketegangan yang terjadi di berbagai wilayah Asia Timur,” kata Faizasyah.

Sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan, Indonesia berharap pada komunikasi di antara pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan para mitranya yang tengah berkumpul di Phnom Penh, Kamboja, untuk pertemuan tingkat menlu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini