Share

Menguak Fakta Babi, Hewan yang Paling Banyak Dibubuhi Stereotip

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 06 Agustus 2022 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 18 2642858 menguak-fakta-babi-hewan-yang-paling-banyak-dibubuhi-stereotip-GRkWYOnGGO.JPG Ilustrasi/ Foto: Freepik

"Babi, seperti binatang lain, akan selalu mencoba terus nyaman," kata Greger Larson dari Universitas Oxford. "Jika menjadi kotor adalah cara untuk tetap dingin, maka itulah yang akan mereka lakukan. Mereka mungkin bisa menemukan pemecahan lain tapi hal itu tak bisa dilakukan karena mungkin kita mengurung mereka di kandang yang sempit."

Berkubang untuk usir bakteri kulit

Lapisan lumpur di kulit mereka bisa berfungsi lain, bagai tabir surya yang melindungi kulit dari terbakar sinar matahari, atau juga sebagai penangkal serangga seperti nyamuk dan sejenisnya.

Melumuri tubuh dengan lumpur bisa juga merupakan cara untuk mengusir kutu dan parasit lainnya.

Ironisnya, mereka sebetulnya berkubang di lumpur untuk membersihkan diri, bukan untuk mengotori kulit mereka.

 BACA JUGA:Direktur FBI Ungkap Keprihatinan Soal Potensi Serangan Teroris Terhadap AS dari Afghanistan

Perlu juga diingat bahwa warna merah jambu pada binatang nyaris tanpa bulu ini sebenarnya hasil kreasi manusia saja, sekalipun asosiasi warna itu yang muncul setiap kali kata “babi” disebut.

Babi peliharaan, dan saudara mereka babi liar, hanya satu anggota saja dari seluruh keluarga babi yang disebut Suidae. Keluarga mereka terdiri dari lebih dari selusin spesies termasuk warthog, babi kerdil, babi rusa, babi hutan raksasa dan babi semak Afrika.

Bukti genetis menyatakan bahwa babi liar dijinakkan dalam dua jalur berbeda, di Asia dan Eropa. Babi purba ini mulai berbeda sejak sekitar satu juta tahun lalu – jauh sebelum penangkarannya dimulai 9.000 tahun lalu. Sekalipun terpisah jauh, babi liar Asia dan Eropa memiliki teknik penyamaran serupa.

Babi peliharaan tak bisa dikatakan sama. Pada babi ini, gen yang membentuk warna kulit amat beragam, maka beragam pula warna dan polanya.

Kita mulai suka menciptakan perbedaan ini kurang dari 10.000 tahun, kata Larson.

 BACA JUGA:China Jatuhkan Sanksi pada Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Keluarganya

Dalam makalah yang diterbitkan tahun 2009, ia dan rekannya menulis bahwa "manusia telah memilih mutasi langka yang dengan cepat dihilangkan dalam alam liar."

Ada satu selentingan terakhir yang perlu disinggung yaitu “fakta” yang kerap dikutip bahwa babi jantan bisa orgasme selama 30 menit.

Hal pertama yang perlu dikatakan, kita tak tahu seperti apa sensasi babi jantan, atau betina, ketika mereka kawin. Maka pembicaraan tentang orgasme mereka tentu jadi spekulatif.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini