Share

Patroli Perbatasan AS Dituduh Sita Sorban Puluhan Pria Sikh Pencari Suaka, Melanggar Hukum dan Kebebasan Beragama

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 05 Agustus 2022 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 18 2642872 patroli-perbatasan-as-dituduh-sita-sorban-puluhan-pria-sikh-pencari-suaka-melanggar-hukum-dan-kebebasan-beragama-xEwX3UpwEp.jpg Patroli perbatasan AS dituding sita turban puluhan pria Sikh pencari suaka (Foto: Fox Metro News)

ARIZONA – Serikat Kebebasan Sipil Amerika (ACLU) menuding Agen Patroli Perbatasan di Arizona telah menyita sorban atau turban puluhan pria Sikh yang mencari suaka di Amerika Serikat (AS), melanggar hak-hak sipil dan kebijakan pemerintah.

Perwakilan ACLU mengritik kejadian itu sebagai hal yang melanggar hukum dan pelanggaran kebebasan beragama yang serius dan meminta Komisaris Perlindungan Bea Cukai dan Perbatasan AS (CBP) Chris Magnus untuk menyelidikinya.

Surat protes itu dikirim pada 1 Agustus lalu dan pertama kali dilaporkan oleh The Intercept dan organisasi nirlaba Arizona Luminaria, yang menuduh bahwa 64 kasus seperti itu telah dilaporkan di sektor Yuma Patroli Perbatasan sepanjang tahun ini. Sebagian besar kasus terjadi dalam dua bulan terakhir oleh pencari suaka Sikh yang dibebaskan dari tahanan dan mencari bantuan di pusat penyambutan di Phoenix.

Baca juga:Β Beda Nasib Pencari Suaka dari Ukraina dan Rusia di Perbatasan AS

"Ini tercela," kata ACLU Arizona dalam tweet pada Rabu (3/8/2022). "Iman dan martabat migran Sikh di perbatasan harus dihormati,” lanjutnya.

Baca juga:Β ISIS Serang Kuil Sikh, 2 Orang Meninggal dan 7 Terluka

"Dengan menyita dan tidak mengembalikan sorban individu Sikh, CBP secara langsung mengganggu praktik keagamaan mereka dan memaksa mereka untuk melanggar keyakinan agama mereka," kata surat ACLU, mencatat pentingnya kebijakan agensi yang mengharuskan petugas untuk "tetap sadar akan hak individu terkait keyakinan agama sambil melakukan tindakan penegakan dengan cara yang bermartabat dan hormat.”

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

"Kita berbicara tentang migran Sikh khususnya yang melarikan diri dari negara mereka karena penganiayaan agama, membuat perjalanan yang sangat traumatis ke Amerika Serikat, dan setelah masuk kemudian dipaksa untuk menghapus bagian suci dari agama mereka, prinsip inti dari sistem kepercayaan mereka," kata Vanessa Pineda, staf pengacara hak imigran untuk ACLU Arizona.

Dia mengatakan organisasi mitra yang bekerja secara langsung dengan para migran melaporkan peningkatan jumlah sorban pencari suaka Sikh yang diambil.

β€œPraktik itu tidak manusiawi dan memalukan," katanya kepada CNN.

Dalam surat mereka, perwakilan ACLU mengatakan mereka melihat sedikit bukti tindakan nyata setelah masalah tersebut diangkat pada pertemuan pada Juni dan Juli lalu.

"Kami terus melihat itu terjadi. Semua upaya lokal yang dilakukan organisasi mitra kami, tidak ada perubahan. Dan faktanya, ada peningkatan dalam beberapa bulan terakhir ini," terangnya.

Dia menjelaskan ada kemungkinan jumlah sebenarnya orang yang terkena dampak itu lebih tinggi.

Sementara itu, Komisaris CBP mengatakan kepada CNN dalam sebuah pernyataan bahwa penyelidikan sedang berlangsung.

"Kami menanggapi tuduhan semacam ini dengan sangat serius," ujar Magnus dalam sebuah pernyataan yang dirilis kepada CNN.

"Masalah ini diangkat pada bulan Juni dan langkah-langkah segera diambil untuk mengatasi situasi tersebut. Harapan kami adalah karyawan CBP memperlakukan semua migran yang kami temui dengan hormat. Investigasi internal telah dibuka untuk mengatasi masalah ini,” lanjutnya.

Badan tersebut mengatakan telah memberikan panduan tambahan untuk kepemimpinan lapangan menegaskan kembali harapan bahwa personel berhati-hati saat menangani barang-barang properti yang bersifat religious

Dia juga mengatakan prosedur badan tersebut mengizinkan anggotanya untuk membuang barang-barang yang menimbulkan bahaya kesehatan atau keselamatan yang jelas.

Sebagai informasi, turban atau sorban adalah simbol kepercayaan dan tradisi keagamaan yang dianggap suci oleh orang Sikh.

Menurut Koalisi Sikh, Sikhisme adalah agama dunia terbesar kelima, dan ada lebih dari 500.000 orang Sikh Amerika.

Pria Sikh yang taat tidak memotong rambut atau mencukur karena mereka percaya Anda harus menjaga tubuh Anda dengan cara yang Tuhan ciptakan. Sorban dipakai sebagai cara untuk menutup kepala untuk menghormati saat berada di tempat umum dan di ruang keagamaan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini