Share

Ketika Suara Gemuruh Ledakan Bom Terdengar Tanpa Henti, Tidur Jadi Hal Paling Sulit di Ukraina

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 06 Agustus 2022 01:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 18 2642879 ketika-suara-gemuruh-ledakan-bom-terdengar-tanpa-henti-tidur-jadi-hal-paling-sulit-di-ukraina-BL6c896tbZ.jpg Perang Rusia-Ukraina masih terus terjadi dan belum terlihat akan segera selesai (Foto: BBC)

UKRAINA - Malam pertama selalu yang paling sulit di Mykolaiv, Ukraina. Tidur menjadi hal yang hampir mustahil di kota Ukraina yang telah dibombardir Rusia hampir terus menerus sejak dimulainya perang pada Februari lalu.

Pikiran pun mulai berpacu dengan banyak kekhawatiran. Seperti panik mencoba mencari tahu seberapa dekat ledakan terakhir, apakah itu rudal atau roket, satu kali atau bagian dari rentetan penembakan atau salvo, atau bertanya-tanya berapa lama sebelum jendela bergetar lagi dan suara sirene serangan udara yang memekakkan telinga.

Bagi tim BBC yang meliput kesana, tim menemukan malam-malam yang panjang yang penuh tantangan setiap harinya. Lalu bagaimana dengan warga lokal di sana? Apakah mereka sulit tidur karena kerap mendengar suara ledakan itu? Apakah mereka bisa memiliki malam tenang lagi? Atau malah mereka sudah terbiasa dengan hal itu?

 Baca juga: Imbas Perang, Kondisi PLTN Zaporizhzhia Ukraina di Luar Kendali Butuh Inspeksi dan Perbaikan

"Tidur? Tidak banyak," kata manajer hotel kami pada suatu pagi minggu lalu. Dia tampak sangat energik pada Maret lalu, berpacu melewati jendela yang ditutup papan untuk menunjukkan kepada para tamu tempat perlindungan bom darurat di ruang bawah tanah.

Baca juga:  Rusia Tuduh AS Berperan Langsung di Perang Ukraina, Tanggung Jawab Semua Serangan Roket

Tapi sekarang wajahnya menunjukkan kelelahan yang tampaknya melanda sebagian besar wilayah Mykolaiv.

"Saya tidak punya ruang bawah tanah sendiri di rumah. Banjir. Jadi, kami tidak punya tempat untuk bersembunyi. Kami hanya berbaring di sana dalam kegelapan. Tadi malam ledakannya paling dekat - beberapa blok jauhnya," katanya.

Suara-suara yang tadinya biasa, seperti pintu yang dibanting, atau truk yang menggeram, kini terdengar sarat dengan terror. Banyak warga yang secara naluriah, tanpa sadar, dan secara permanen, untuk bereaksi terhadap apa pun yang mungkin terdengar seperti rudal, atau pesawat terbang.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

"Saya? Saya sudah berusaha tidur lebih awal. Sekitar jam 7 atau 8 malam. Dengan begitu, Anda punya waktu beberapa jam sebelum suara ledakan dimulai, jika Anda beruntung," kata Gela Chavchavadze, 60, pemilik kafe yang mengantarkan makanan matang gratis, hampir setiap pagi, ke lingkungan yang dibom malam sebelumnya.

Ledakan biasanya dimulai segera setelah tengah malam. Tembakan artileri dari posisi Rusia ke selatan, roket dari belakang garis depan lebih jauh ke timur, bom yang diluncurkan dari jet, dan rudal jelajah yang menghancurkan yang diperkirakan diluncurkan dari kapal di Laut Hitam dan sekitarnya.

Kadang-kadang ada target tertentu, tetapi - baik secara tidak sengaja atau dirancang - ledakan sebagian besar terjadi di lingkungan perumahan dan dengan keacakan seperti kilat yang mengubah setiap malam menjadi permainan pikiran yang mencabik-cabik.

Selama seminggu terakhir pemboman Rusia - termasuk beberapa serangan siang hari - telah mencapai tingkat keganasan baru.

"Ini kota besar," kata juru bicara militer Mykolaiv Capt Dmitro Pletenchuk, di dekat reruntuhan markas administrasi kota.. Dia menjelaskan beberapa angka statistik nasional kepada wartawan yang berkunjung.

Dia mendesak tim BBC untuk memakai pelindung tubuh setiap saat dan mengirim pesan untuk mengkonfirmasi bahwa 130 warga sipil telah tewas dan 589 terluka oleh rudal Rusia sejak Februari.

Dokter gigi Alexander Yakovenko, 58, bertanya-tanya mengapa dia masih hidup saat menyapu pecahan kaca dari reruntuhan meja dapurnya dua jam setelah bom cluster meledak di jalan di luar.

"Saya tidak bisa menjelaskannya. Saya seharusnya tidak [hidup] di sini. Sirene berbunyi setiap malam. Tapi, entah kenapa, tadi malam saya memutuskan untuk pindah dari kamar tidur saya dan ke sisi lain apartemen, " katanya sambil menunjuk bekas pecahan peluru di dinding yang pasti akan membunuhnya.

Seorang tetangga, Olga, yang datang untuk membantu membersihkan, mulai terisak.

"Apa yang harus saya katakan kepada cucu saya? Dia bangun pada suatu malam, menangis, dan berkata kepada saya - 'Nenek, saya ingin hidup'," katanya, sebelum kembali untuk menyapu lebih banyak pecahan gelas dari lantai.

Demi mencari kenyamanan atau makna di tengah perang, beberapa orang di Mykolaiv pun bersandar pada agama mereka.

"Semuanya ada di tangan Tuhan. Apa yang akan terjadi," ujar Svetlana Kharlanova, 67, berdiri di ambang pintu rumahnya yang hampir utuh secara ajaib. Dia terlihat merawat luka kecil akibat pecahan peluru di kepalanya, empat jam setelah serangan rudal yang menyebabkan kawah yang dalam di halaman rumahnya.

Sedangkan, beberapa warga mencari hiburan di tengah serangan bom. Termasuk hiburan yang awalnya dilarang di Mykolaiv selama bulan-bulan pertama perang.

"Saya melihat banyak orang minum sekarang - bahkan di pagi hari. Saya tidak berpikir mereka seharusnya mencabut larangan alkohol. Itu tidak pantas selama masa perang," kata pemilik kafe Gela Chavhavadze.

Minum berat adalah fakta kehidupan, dan masalah, di banyak bagian Ukraina. BBC melihat seorang tentara mabuk terhuyung-huyung menaiki tangga di sebuah hotel pada suatu malam, dan pertengkaran yang keras dan tidak jelas antara dua pria yang lebih tua di kafe lain.

Tetapi Dmitro Voloshchenko, yang memiliki tempat pembuatan bir di Mykolaiv, bersikeras bahwa pihaknya tidak memiliki lebih banyak masalah saat ini. Dia mengatakan alkohol sangat membantu jika kita bisa mengendalikannya.

Sementara itu, yang tidak dibantah siapa pun adalah kerusakan fisik dan mental yang diakibatkan oleh pengeboman malam terhadap sekitar 250.000 orang - dari populasi setengah juta sebelum perang - yang masih tinggal di kota.

"Itu menghancurkan tidur kita, dan mimpi kita. Itu melemahkan sistem saraf orang dan menyebabkan ketakutan dan kepanikan. Sulit. Saya terbangun setiap malam bukan hanya oleh bom, tetapi juga oleh panggilan telepon. Ketika saya tidur, saya bermimpi tentang perang dan kehancuran itu," kata Oleksandr Demianov, seorang dokter yang trauma karena telah merawat banyak korban di kota itu.

Tapi ada beberapa orang - bukan di Mykolaiv sendiri - yang belajar menikmati suara ledakan di malam hari.

Kota terdekat Kherson, 50km (30 mil) tenggara, berada di bawah pendudukan Rusia. Namun dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Ukraina mulai menargetkan posisi Rusia yang dekat dengan kota, menggunakan artileri dan roket Barat yang baru.

"Jika kami mendengar ledakan, maka kami merayakannya, karena kami tahu itu berarti pasukan kami semakin dekat dengan kami. Kami menunggu untuk dibebaskan," kata Konstantin Ryzhenko, seorang jurnalis independen Ukraina yang bersembunyi di Kherson.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini