Share

Paska Serangan Balasan, Israel Umumkan Situasi Khusus di Gaza

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 06 Agustus 2022 10:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 18 2643048 paska-serangan-balasan-israel-umumkan-situasi-khusus-di-gaza-KZd65Dh18I.jpg Israel serangan udara ke Gaza (Foto: Reuters)

GAZA – Sebuah "situasi khusus" telah diumumkan di daerah sekitar Gaza, untuk mengantisipasi kemungkinan tembakan roket, atau serangan balasan lainnya.

Hal ini diumumkan setelah Israel melakuka mematikan terhadap apa yang dikatakan sebagai target Jihad Islam di Gaza pada Jumat (5/8/2022) karena ketegangan terus meningkat antara Israel dan kelompok militan Palestina.

"Tujuan dari operasi ini adalah menghilangkan ancaman nyata terhadap warga Israel dan warga sipil yang tinggal di sekitar Jalur Gaza, serta penargetan teroris dan sponsor mereka," terang Perdana Menteri Israel Yair Lapid dan Menteri Pertahanan Benny Gantz kata dalam pernyataan bersama, dikutip CNN.

Baca juga: Serangan Balasan Israel ke Gaza, 10 Orang Meninggal Termasuk Pemimpin Kelompok Militan dan 75 Terluka

"Pemerintah Israel tidak akan mengizinkan organisasi teroris di Jalur Gaza untuk mengatur agenda di daerah yang berdekatan dengan Jalur Gaza dan mengancam warga Negara Israel. Siapa pun yang mencoba untuk menyakiti Israel harus tahu: Kami akan menemukan Anda," lanjutnya.

Baca juga: Israel Tutup Penyeberangan ke Jalur Gaza Usai Serangan Roket Baru

Gantz juga telah mengizinkan pemanggilan 25.000 pasukan cadangan pada Jumat (5/8/2022) malam, menandakan kesiapan Israel untuk eskalasi skala penuh.

Mereka yang segera dipanggil akan memperkuat komando selatan tentara, yang mencakup daerah sekitar Gaza, serta unit-unit yang mengoperasikan sistem pertahanan udara Israel, di antara pengerahan lainnya, kata Kementerian Pertahanan.

Sirene yang menunjukkan tembakan roket terdengar di kota selatan Sderot dan desa-desa lain yang dekat dengan Gaza pada Jumat (5/8/2022) malam. Sebelumnya, sirene terdengar di Bat Yam, yang terletak hanya beberapa kilometer di selatan Tel Aviv, dan di Yavne, yang terletak di antara Tel Aviv dan Ashdod. Media Israel melaporkan banyak roket telah dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome, tanpa ada laporan korban di Israel.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Menurut seorang pejabat militer Israel, pada tengah malam waktu setempat Jumat (5/8/2022) hingga Sabtu (6/8/2022) , gerilyawan Palestina telah menembakkan 118 roket ke Israel.

Sebelas dari peluncuran gagal melewati pagar yang memisahkan Gaza dari Israel. Ini berarti mereka telah mendarat di suatu tempat di dalam Jalur Gaza. Sisanya dicegat atau mendarat di daerah terbuka.

Tentara Israel mengatakan mereka terus menyerang sasaran Jihad Islam di Gaza, termasuk situs peluncuran roket di dekat kota Khan Younis di Gaza selatan. Tentara juga mengatakan mereka menyerang fasilitas produksi senjata.

Sebuah pernyataan tentara Israel mengatakan operasi militer - yang disebut 'Breaking Dawn' - menargetkan Jihad Islam, yang lebih kecil dari dua kelompok militan utama di Gaza.

Tentara Israel mengatakan fokus utama dari aksi militernya adalah serangan udara pendahuluan di Al Jabari, dan serangan terhadap dua regu anti-tank yang sedang dalam perjalanan untuk melakukan serangan terhadap pasukan Israel.

Melalui hubungan telepon dengan wartawan pada Jumat (5/8/2022) malam, seorang juru bicara militer mengatakan kedua regu telah dilacak selama beberapa hari sebelum Angkatan Udara melakukan operasinya, menambahkan Israel telah menghadapi ancaman selama beberapa hari karena dua unit militan bergerak sangat dekat dengan pagar yang memisahkan Gaza dari Israel.

Sementara itu, Jihad Islam telah berjanji untuk menanggapi. "Semua opsi terbuka, dengan segala cara yang dimiliki perlawanan Palestina, baik di Gaza maupun di luar," kata juru bicara Daoud Shehab di Al Jazeera.

"Medan perang terbuka ... Perlawanan akan merespons dengan semua kekuatan. Kami tidak akan mengatakan bagaimana, tetapi itu tidak bisa dihindari,” lanjutnya.

Jihad Islam mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa salah satu pemimpin seniornya, Tayseer Al Jabari, telah tewas dalam serangan Israel. Dia adalah seorang komandan di Brigade Quds, sayap bersenjata Jihad Islam dan anggota Dewan Militernya.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan sedikitnya 10 orang tewas, termasuk seorang gadis berusia 5 tahun dan seorang wanita berusia 23 tahun. 75 orang lainnya terluka. Israel menegaskan sebagian besar dari mereka yang tewas adalah militan.

Seorang produser CNN di Gaza melihat petugas medis membawa dua mayat keluar dari sebuah gedung yang disebut Menara Palestina yang terkena salah satu serangan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini