Share

Puing-Puing Pesawat yang Jatuh di Pegunungan Alpen Ditemukan di Gletser, Berusia Lebih dari 54 Tahun

Susi Susanti, Okezone · Sabtu 06 Agustus 2022 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 18 2643081 puing-puing-pesawat-yang-jatuh-di-pegunungan-alpen-ditemukan-di-gletser-berusia-lebih-dari-54-tahun-xfleuf0PFd.jpg Puing-puing pesawat yang jatuh pada 1968 ditemukan di gletser Pegunungan Alpen (Foto: 24 Heures)

JENEWA - Puing-puing pesawat yang jatuh di Pegunungan Alpen Swiss pada 1968 telah ditemukan di gletser lebih dari 54 tahun.

Potongan-potongan itu muncul di Gletser Aletsch di barat daya kanton Wallis, dekat puncak gunung Jungfrau dan Monch.

Polisi Wallis mengatakan puing-puing itu ditemukan pada Kamis (5/8/2022).

"Penyelidikan telah menentukan bahwa bagian-bagian itu berasal dari puing-puing Piper Cherokee, registrasi HB-OYL, yang jatuh di lokasi ini pada 30 Juni 1968. Pekerjaan pemulihan akan dilakukan sesegera mungkin," kata polisi, dikutip CNA.

Baca juga: Bawa 11 Ton Senjata Termasuk Ranjau Darat, Pesawat Kargo Jatuh di Yunani

"Pada saat kecelakaan, lebih dari 50 tahun yang lalu, sarana teknis untuk memulihkan puing-puing pesawat di medan yang sulit terbatas," lanjutnya.

Baca juga: Kisah Kecelakaan Pesawat Horor, 261 Jamaah Haji Meninggal dan Tubuh Terbakar Berjatuhan dari Langit

"Karena mencairnya gletser, terutama di musim panas, ada kemungkinan potongan atau puing-puing lain terlepas dari es,” ujarnya.

"Jika ditemukan, unsur-unsur ini tidak boleh ditangani untuk menghindari risiko cedera. Mereka harus ditandai dan segera dilaporkan ke polisi, tambahnya.

Surat kabar regional 24 Heures mengatakan bahwa di dalam pesawat ada seorang guru, kepala petugas medis dan putranya, yang semuanya berasal dari Zurich.

Mereka mengalami kecelakaan fatal 500 meter di selatan pelana Jungfraujoch di antara dua puncak. Mayat-mayat itu ditemukan pada saat itu, tetapi puing-puingnya tidak.

24 Heures juga melaporkan bahwa seorang pemandu gunung menemukan reruntuhan selama ekspedisi di daerah tersebut. Karena perubahan iklim dan pencairan gletser, rute telah berubah dan sekarang melewati tempat potongan-potongan pesawat ditemukan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini