Share

Nekat Libas Turunan Ekstrem di Piyungan, Sesepuh Gowes Jogja Tewas Terjun ke Jurang

Erfan Erlin, iNews · Minggu 07 Agustus 2022 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 07 510 2643569 nekat-libas-turunan-ekstrem-di-piyungan-sesepuh-gowes-jogja-tewas-terjun-ke-jurang-9mij45SYyL.jpg Proses evakuasi korban yang terjun ke jurang/ Foto: tangkapan layar

YOGYAKARTA - Nahas dialami oleh sesepuh pegowes Jogja, Sudrajat Selorudjito. Pegiat sepeda asal Dusun Gandok RT 02 Kalurahan Sinduharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, ini tewas karena sepeda yang ia kendarai terjun ke jurang sedalam 7 meter di Kapanewon Piyungan.

Kapolsek Piyungan Kompol Rochmad ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Peristiwa kecelakaan tunggal tersebut terjadi di Jalan Alternatif Petir Ngoro-oro tepatnya di atas Mushola al-Husna, Dusun Umbulsari, Kapanewon Srimartani, Piyungan Bantul.

 BACA JUGA:Tragedi Bom JW Marriott, Kepala BNPT: Pengingat Bahaya Ancaman Terorisme!

"Peristiwa ini terjadi pada hari Minggu tanggal 7 Agustus 2022 pukul 13.15 WIB," ujar dia, Minggu (7/8/2022).

Peristiwa tersebut bermula ketika pria berumur 71 tahun ini melaju dari arah Ngoro-oro Patuk Gunungkidul menuju ke Petir Piyungan Bantul. Kondisi jalan Ngoro-oro Patuk arah Petir Piyungan memang didominasi turunan dengan kemiringan 45 derajat hingga 60 derajat.

 BACA JUGA:Frustasi Cicilan Motor Nunggak 2 Bulan, Pria Ini Nyaris Akhiri Hidupnya

Sesampai di lokasi kejadian di jalan letter z, korban yang kurang menguasai Medan tak bisa mengendalikan sepeda kayuhnya. Usai turunan tajam, tiba-tiba jalanan belok tajam ke kanan dan kemudian ke kiri. Korban yang tidak mengetahui kondisi Medan tak bisa menahan laju sepedanya.

"Sepedanya menghantam ban pembatas jalan. Tetapi meluncur ke jurang bersama pengendaranya," papar dia.

Warga yang melihat peristiwa tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan dengan mengevakuasi korban. Namun korban nampaknya sudah meninggal di lokasi kejadian akibat luka yang dideritanya cukup parah.

Meskipun mengenakan helm pengaman namun pesepeda lansia ini mengalami cedera kepala berat(CKB) dan meninggal di tempat. Selanjutnya, dibantu oleh warga korban dibawa ke RSUD Prambanan.

"Kami mengimbau kepada warga yang tidak mengetahui Medan dan juga kendaraannya kurang mumpuni diharapkan tidak melintas jalur tersebut," ujarnya.

 BACA JUGA:3 Jenderal Dicopot, Kapolri Komitmen Usut Penembakan Brigadir Yosua Secara Transparan

Ahmad Yani, penggemar sepeda sekaligus warga setempat menuturkan korban awalnya berangkat bersepeda berombongan. Namun sesampai di Ngoro-oro, korban memutuskan meneruskan perjalanan menuju ke puncak Kampung Pitu Nglanggeran yang memiliki ketinggian cukup ekstrem.

Teman-teman korban nampaknya memilih untuk turun terlebih dahulu. Minggu siang korban turun sendirian dari Kampung Pitu menyusuri jalan alternatif Ngoro-oro-Petir karena jalurnya lebih singkat dibanding melalui jalur utama Jalan Jogja-Wonosari.

 BACA JUGA:Breaking News! Sopir dan Ajudan Istri Ferdy Sambo Ditahan di Bareskrim

"Jalur ini turunannya memang cukup ekstrem. Kalau tidak hapal jalan dan kondisi kendaraan tidak bagus, jangan lewat sini. Pakai (motor) matic juga mending jangan lewat sini kalau  turun," terang dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini