Share

Mafia Penjual Tanah Negara Rp5 Miliar di Makassar Ditangkap di Jakarta

Ansar Jumasang, Koran Sindo · Minggu 07 Agustus 2022 16:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 07 609 2643531 mafia-penjual-tanah-negara-rp5-miliar-di-makassar-ditangkap-di-jakarta-LgsP5PcDeY.jpg Ilustrasi/ Doc: Okezone

MAKASSAR - Seorang mafia tanah yang hendak menjual tahan Negara sebesar Rp5 miliar di kota Makassar, ditangkap Resmob Polda Sulsel di Jakarta.

Yakni RAH (58) diamankan atas tuduhan tindak pidana penipuan dan penggelapan karena menjual tanah milik negara.

BACA JUGA:Disuruh Menembak Brigadir J, Kuasa Hukum: Bharada E Tak Punya Motif Membunuh 

Kanit Resmob Polda Sulel Kompol Dharma Negara mengatakan, RAH ditangkap di homestay Casa Delima, Jalan Cempaka Putih Timur VIII, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7/2022) lalu, sekitar pukul 20.30 Wita.

Ia juga mengatakan, setelah pelaku diamankan, lalu di bawa ke kota Makassar dan saat ini telah di tahan. "Iya, pelaku sudah ditahan di rutan," ucap Kompol Dharma Negara, Minggu (5/8/2022).

 BACA JUGA:10 Provinsi Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak Hari Ini

Diketahui, RAH menjual lahan eks BPPN yang saat ini dikelola oleh Kementerian Keuangan RI di Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar. Lahan seluas 719 meter persegi itu dijual kepada seorang warga bernama Sukardi pada tahun 2016 lalu.

"Akta jual beli diduga palsu, korban mengalami kerugian sebesar RP3,8 miliar," ungkapnya.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Kompol Dharma menjelaskan, saat itu korban sudah melakukan pembayaran panjar sebesar Rp 3,8 miliar. Pembayaran dilakukan korban karena RAH memperlihatkan akta jual beli untuk lahan tersebut.

 BACA JUGA:Update Covid-19 Hari Ini: Positif 6.244.978 Orang, 6.037.738 Sembuh dan 157.095 Meninggal

"Korban sudah melakukan pembayaran panjar sebesar Rp 3,8 miliar sebab terlapor memperlihatkan akta jual beli Nomor: 147/AJB/1998 (palsu) seolah-olah milik terlapor RAH, sehingga korban mau melakukan pembayaran DP atau panjar," terangnya.

RAH sudah mengakui segala perbuatannya yakni memalsukan akta jual beli kepada korban, dan meminta uang panjar pembelian tanah senilai Rp 3,8 miliar. Atas perbuatannya, RAH dijerat Pasal 378 dan/atau 372 KUHP tentang dugaan penipuan dan penggelapan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini