Share

Imbas Kebakaran SDN Delegan 1 Sleman, Siswa Belajar dari Rumah

Erfan Erlin, iNews · Rabu 10 Agustus 2022 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 510 2645183 imbas-kebakaran-sdn-delegan-1-sleman-siswa-belajar-dari-rumah-kvKyHpTmsr.jpg Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meninjau puing-puing kebakaran SDN Degelan. (MNC Portal/Erfan Erlin)

SLEMAN - Kebakaran hebat melanda bangunan SD N Delegan 1 Dusun Dinginan, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan Sleman, pada Selasa (9/8/2022) malam. Akibatnya, siswa diminta belajar dari rumah karena pihak sekolah hendak membersihkan puing-puing sisa kebakaran.

Sebanyak 7 ruangan rusak di antaranya ruang kepala sekolah, ruang guru, laboratorium komputer, dan beberapa kelas. Sarana pembelajaran di ruangan tersebut terbakar habis. Bahkan hingga Rabu (10/8/2022) pagi, salah satu sudut ruangan masih mengeluarkan asap.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Ery Widaryana mengunjungi lokasi kejadian pagi ini. Dia ingin melihat sejauh mana kerusakan yang terjadi guna menjadi bahan membuat kebijakan ke depan.

Ery mengatakan, karena sebagian besar bangunan SD terbakar, untuk sementara siswa belajar dari rumah. Setidaknya 164 siswa di SDN Delegan 1 diminta belajar di rumah terlebih dahulu sembari menunggu proses pembersihan puing-puing selesai

"Seluruh siswa kemungkinan akan diminta BDR (belajar dari rumah) dalam pekan ini sembari menunggu proses pembersihan puing-puing bangunan," tuturnya.

Karena saat ini sudah hari Rabu maka siswa akan diminta BDR hingga Sabtu (13/8/2022). Siswa diharapkan kembali ke sekolah pada Senin pekan depan. Namun, belum dapat dipastikan apakah siswa akan kembali belajar di sekolah.

Saat ini pihaknya akan membuat skenario agar siswa tetap bisa belajar. Namun karena saat ini masih ada 3 ruang kelas yang bisa dimanfaatkan untuk belajar, kemungkinan nanti kegiatan belajar dilaksanakan di ruangan tersebut.

"Kemudian nanti bisa memanfaatkan pendopo," ucapnya.

Namun jika terpaksa menggunakan sekolah sekitar, pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu karena memang mempertimbangkan berbagai hal. Itu karena tidak serta-merta para siswa dititipkan begitu saja.

Ia menandaskan, pihaknya berusaha agar pelayanan pendidikan untuk para siswa tetap berjalan. Siswa harus tetap bisa belajar bagaimanapun keadaanya. Namun, di awal ini ia memang meminta agar para siswa belajar di rumah atau BDR.

"Kami akan mengondisikan sekolah dan nanti ada skenario berkelanjutan.

Ery menambahkan 3 ruangan yang tersisa ini kemungkinan akan digunakan untuk dua sif. Setiap rombongan belajar (rombel) bisa dilaksanakan sif pagi atau siang. Ia menandaskan kegiatan belajar mengajar (KBM) harus tetap berjalan.

Kini, bersama pihak sekolah, Dinas Pendidikan tengah menghitung kerugian. Karena harus ada kecocokan data antara kondisi riil dengan yang ada dalam data. Sehingga sampai saat ini memang belum diketahui kerugiannya.

Ia menyebutkan, sekolah ini akan dibangun kembali menggunakan anggaran perubahan. Nanti pada anggaran perubahan, pihaknya akan berusaha untuk mendorong pembangunan kelas sehingga sekolah ini berfungsi kembali.

"Kebetulan saat ini baru penyusunan APBD Perubahan," katanya.

Ery menambahkan untuk dugaan awal penyebab kebakaran tersebut adalah karena konsleting listrik. Namun untuk kepastiannya memang menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak yang berwajib

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Delegan 1, Sartono mengungkapkan kerugian memang belum bisa ditaksir karena peristiwa baru terjadi tadi malam. Di samping memang harus melihat data yang mereka miliki terlebih dahulu.

Kendali belum dihitung, namun kerugian yang tampak terlihat adalah komputer untuk pembelajaran para siswa yang berada di laboratorium komputer. Ada 16 komputer yang ready, 12 komputer rusak, 1 server piano atau organ tunggal dan radio wireless.

"Komputer yang rusak itu rencananya baru akan dilakukan penghapusan tahun depan. Semua barang elektronik sekolah juga terbakar," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini