Share

Sakit Hati Ditagih Utang, Petani Bunuh Korban di Purworejo

Tim Okezone, Okezone · Rabu 10 Agustus 2022 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 10 512 2645307 sakit-hati-ditagih-utang-petani-bunuh-korban-di-purworejo-6Ls32QAtvp.jpg Polisi menungkap penemuan mayat korban pembunuhan yang menggegerkan warga Purworejo. (Ilustrasi/Freepik)

PURWOREJO - Polisi berhasil mengungkap penemuan mayat korban pembunuhan yang menggegerkan warga Desa Kentengrejo, Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah (Jateng) pada Sabtu (6/8/2022) kemarin. Polres Purworejo berhasil menangkap pelaku pembunuhan terhadap korban berinisial B (57), warga Belitung.

Usai menerima laporan penemuan mayat itu, polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta serangkaian penyelidikan dan penyidikan. Dari sana, disimpulkan kejadian tersebut mengarah pada tindak pidana pembunuhan dan mengarah kepada Budi Cahyanto (29) yang merupakan seorang petani.

"Selanjutnya dengan waktu kurang dari 1x24 jam Satreskrim Polres Purworejo berhasil mengamankan pelaku di rumahnya di Desa Pasarsenen, Kecamatan Ambal, Kebumen," kata Kapolres Purworejo, AKBP Muhammad Purbaja, dalam keterangannya, Rabu (10/8/2022).

Dari hasil introgasi, pelaku mengakui telah membunuh korban.

Kapolres menjelaskan, pelaku membunuh lantaran sakit hati ditagih utang dan permasalahan terkait investasi bisnis melon pada Desember 2021 diungkit-ungkit korban.

Sementara itu, peristiwa ini bermula ketika tersangka dan korban berteman di media sosial Facebook pada Oktober 2021. Korban menawarkan kerjasama usaha tanam melon dengan membantu modal 75% dan tersangka modal 25%. sedangkan hasilnya akan dibagi dua sama rata.

Bustami mentransfer Rp35 juta pada Oktober 2021. Pada Desember 2021 usaha melon panen, tapi hanya memperoleh Rp28 juta. "Korban Bustami mendapatkan uang Rp15 juta dan tersangka mendapatkan Rp13 juta," ujarnya.

Kemudian, Purbaja memaparkan pada 6 Agustus 2022, tersangka ditelepon Bustami untuk menjemputnya di Yogyakarta. Tersangka menggunakan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi AA 3163 XC menjemput korban. Sekira pukul 22.00 WIB tersangka dengan korban berangkat dari Yogya.

"Selama perjalanan korban mengungkit-ungkit hasil panen melon tahun 2021. Kemudian terjadi cekcok dan sempat berhenti di depan Pantai Bugel Kulon Progo," ucap Kapolres.

Keributan tersebut dilerai orang yang lewat. Kemudian tersangka dan korban melanjutkan perjalanan ke Kebumen. Sesampainya di sebelah barat area Bandara YIA tersangka berhenti karena ingin kencing.

Saat itu tersangka mengambil batu di dekat dan disimpan di bawah tas korban yang berada di pijakan kaki depan sepeda motor.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Tersangka dan korban melanjutkan perjalanan sampai di Desa Kentengrejo, Purwodadi, Purworejo. Korban terasa ingin kencing, kemudian masuk ke jalan desa yang berada di tengah perkebunan.

Sekembalinya korban dari kencing ketika korban akan menaiki sepeda motor, tersangka menendang sepeda motor tersebut sehingga korban terjatuh. Saat itu tersangka mengambil batu yang disimpannya kemudian memukulkan di bagian kepala belakang korban.

Mendengar korban masih bersuara, Budi mengambil linggis dan kunci inggris yang berada di dalam jok motor. Ia lalu memukul kepala korban menggunakan kunci inggris sebanyak 1 kali.

"Kemudian tersangka mengayunkan linggis arah kepala korban sebanyak 6 kali, dada 1 kali, perut 1 kali sampai korban bersimbah darah dan tidak bergerak lagi," tuturnya.

Setelah itu Budi mengambil HP korban, tas korban, topi korban, kemudian meninggalkan korban dengan keadaan bersimbah darah.

"Untuk handphone korban dijual tersangka senilai Rp1,2 juta dan telah habis untuk membayar utang," tuturnya.

Dalam kasus ini, Budi dijerat Pasal 338 KUHP, Pasal 351 ayat 3 KUHP, dan Pasal 365 KUHP ayat 3 dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini