"Strategi pengembangan agro eduwisata meliputi revitalisasi, kolaborasi, publikasi, inovasi, dan digitalisasi. Revitalisasi lebih untuk meningkatkan sarana prasarana dan fungsi lokasi, agar memenuhi standar serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk pembiayaan, pengelolaan, pemanfaatan, maupun publikasi melalui media sosial, cetak, dan elektronik,” katanya.
Di lokasi agro eduwisata, DKPKP DKI juga memberikan pelatihan budidaya buah-buahan bagi kelompok-kelompok untuk menghasilkan benih bermutu. Selain berwisata sambil belajar tentang pertanian (agro), mereka juga bisa berolahraga, pentas seni budaya, seminar, dan sebagainya.
Kehadiran agro eduwisata tentu sangat dirasakan masyarakat, seperti mewujudkan target ruang terbuka hijau, selain sebagai tempat wisata berbasis pertanian. Widodo (50), anggota Komunitas Anggur Jakarta, menyambut baik agro eduwisata yang diprakarsai DKPKP DKI Jakarta. Menurut pria yang akrab disapa Dodo ini, agro eduwisata dapat menjadi sarana untuk penghijauan, pembibitan, serta mengedukasi masyarakat dalam bidang pertanian, sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupan secara ekonomi.
Dodo yang bertani anggur di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dengan memanfaatkan lahan kosong sekitar tempat tinggalnya, berharap agar program agro eduwisata dapat terus dilaksanakan. "Saya pribadi menyambut baik adanya agro eduwisata. Kami siap untuk dilibatkan di beberapa lokasi agro eduwisata milik Pemprov DKI Jakarta, agar masyarakat bisa melihat langsung budidaya anggur," ujarnya.
Dodo mengungkapkan, masyarakat bisa saja memanfaatkan lahan kosong di sekitar tempat tinggal untuk membudidayakan tanaman anggur. Dia ingin agar anggur menjadi tanaman yang bisa ditanam oleh siapa saja dan bisa dimakan oleh siapa saja. “Kalau semua bisa menanam, maka semua akan bisa menikmati anggur,” ucapnya.
(Fitria Dwi Astuti )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.