Share

Terungkap! Guru TK di Lombok Dibunuh Kekasihnya Usai Hamil dan Minta Dinikahi

Hari Kasidi, iNews · Jum'at 12 Agustus 2022 14:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 340 2646698 terungkap-guru-tk-di-lombok-dibunuh-kekasihnya-usai-hamil-dan-minta-dinikahi-5JYJFc13N3.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

MATARAM - Teka-teki pembunuhan guru TK di Lombok Barat akhirnya terungkap. Korban Haerani ternyata dihabisi secara sadis oleh kekasihnya inisial S, seorang mandor bangunan di depan rumahnya di BTN Citra Persada Medas, Gunungsari. 

Peristiwa pembunuhan tersebut diakui tersangka dilakukan karena dirinya panik. Di mana, korban mengaku hamil dan minta untuk dinikahi.

Kapolesta Mataram Kompol Mustofa menjelaskan, kasus tewasnya Haerani karena motif asmara. BACA JUGA:Irjen Ferdy Sambo Ungkap Motif Pembunuhan Brigadir J dalam Pemeriksaan, Polri: Di Sidang Akan Dibuka Semuanya!

Perempuan muda tersebut dinyatakan tewas karena dibunuh secara sadis oleh S, seorang mandor bangunan yang bekerja di depan rumah Haerani di BTN Citra Persada Medas Blok S Nomor 5, Gunungsari.

Tersangka S sendiri merupakan kekasih Haerani yang mengaku duda dan baru sebulan dikenalnya. Peristiwa pembunuhan tersebut dilakukan tersangka karena panik lantaran korban mengaku hamil dan minta dinikahi.

BACA JUGA:4 Misteri di Balik Motif Irjen Ferdy Sambo Lakukan Pembunuhan Brigadir J, Ada Apa di Magelang? 

Sebelum peristiwa pembunuhan, tersangka terlibat cekcok dengan korban karena tersangka menolak bertanggung jawab. Hingga korban menggigit tangan tersangka dan dibalas pukulan ke arah wajah sebanyak tiga kali. Lalu, kepala korban dibenturkan ke dinding serta mulut korban dibekap menggunakan kain.

Tersangka S sebelumnya sempat kabur untuk menghilangkan jejak. Namun, berhasil ditangkap Tim Puma Satreskrim Polresta Mataram di rumah tempat persumbunyiannya di Desa Gerih, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. 

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa rekaman CCTV, HP dan pakaian dalam milik korban. Atas perbuatannya, S disangkakan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini